Jumat, 1 Mei 2026

Tahukah Anda

Bumi Tak Lagi Hanya Memanas, tapi Mendidih, Ini Alasannya

Kenaikan suhu Bumi akibat pemanasan global memicu intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem. Parahnya, Bumi saat ini bukan lagi memanas, melainkan

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Ilustrasi cuaca panas. Belakangan ini cuaca di Indonesia terasa tidak menentu. 

Para ilmuwan menyingkapkan bahwa peningkatan emisi bahan bakar fosil dan kelambanan dalam menangani krisis iklim adalah faktor utama di balik pendidihan global ini.

Situasi ini membunyikan alarm bahaya bagi seluruh umat manusia.

Diperlukan tindakan global yang ambisius dan segera untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencegah konsekuensi yang lebih buruk.

Langkah penanganan pendidihan global Sekejen PBB tersebut menghimbau para pemimpin “harus mengambil langkah dalam aksi iklim dan keadilan iklim”, khususnya mereka yang berasal dari negara-negara industri terkemuka G20, yang bertanggung jawab atas 80 persen emisi global.

Guterres menyoroti perlunya target emisi nasional baru dari anggota G20 dan mendesak semua negara untuk berupaya mencapai emisi nol bersih pada pertengahan abad ini.

PBB mengatakan, semua aktor harus bersatu untuk mempercepat transisi yang adil dan merata dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, sekaligus menghentikan ekspansi minyak dan gas ,serta menghapuskan batu bara pada tahun 2040.

(Kompas.com)

Baca juga: Ada 8 Cara Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Panas Ekstrem, Berikut Penjelasannya

Baca juga: Arab Saudi Dilanda Cuaca Panas Ekstrem, Namun Jama’ah Haji Tidak Putus Semangat

Baca juga: Suhu Laut Makin Panas, Apa Dampaknya bagi Kehidupan?

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bumi Tak Lagi Hanya Memanas tapi "Mendidih", Apa Maksudnya?", 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved