Selasa, 14 April 2026

Berita Nagan Raya

Kebakaran Lahan Gambut di Nagan Raya Meluas, Pemadaman Terkendala Sumber Air

Kebakaran lahan gambut di Kabupaten Nagan Raya, meluas dari 2 titik api  yang sebelumnya hanya di Desa Padang Panjang, Kecamatan Kuala Pesisir kini

Editor: Muliadi Gani
Dok BPBD
Pemadaman karhutla di Nagan Raya, Rabu (24/7/2024). 

 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

PROHABA.CO, SUKA MAKMUE -  Kebakaran lahan gambut di Kabupaten Nagan Raya, meluas dari 2 titik api  yang sebelumnya hanya di Desa Padang Panjang, Kecamatan Kuala Pesisir kini ditemukan titik lain di Kecamatan Darul Makmur.

kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nagan raya meluas.

Ironisnya, pemadaman terkendala sumber air yang tidak ada.

Serta akses mobil juga tidak bisa karena jalan setapak sehingga harus mengunakan mesin pompa air.

Hingga Rabu (24/7/2024), titik api yang sebelumnya hanya di Desa Padang Panjang, Kecamatan Kuala Pesisir kini ditemukan titik lain di Kecamatan Darul Makmur.

Titik baru di Desa Pulo Kruet yang areal gambut seluas 2 hektare, yang merupakan areal kebun sawit HGU PT GSM.

Sedangkan di Padang Panijang meluas dari 2 hektare menjadi 10 hektare.

Dengan demikian, 2 titik itu sementara tercatat total 12 hektare.

Kebakaran lahan yang terjadi karena musim kemarau panjang dan penyebab masih dalam penyidikan polisi.

Baca juga: Kebakaran Lahan Pohon Rumbia dan Cokelat di Peusangan Bireuen Kejutkan Warga, Begini Kejadiannya

Baca juga: WADUH, Dua Hektara Lahan Terbakar di Aceh Besar

Baca juga: PANIK, Kebakaran Lahan 1,5 Hektare Terjadi Dekat Pemukiman Warga

Tim gabungan dari BPBD Nagan Raya, bersama Polres, Kodim 0116 dan Brinob Batalyon C Pelopor sudah dikerahkan memadamkan kebakaran lahan di 2 titik di Nagan Raya.

Data dari Pusdapos BPBD Nagan Raya, Rabu (24/7/2024), menjelaskan, kondisi terakhir karhutla di Padang Panyang, Kecamatan Kuala Pesisir, luas lahan yang terbakar 2 hektare dalam proses pemadaman.

Lalu, kebakaran lahan HGU GSM, luas areal yang terbakar 2 hektare, dan yang sudah dapat dipadamkan 50 persen.

"Kendala terbatas sumber air, jalan tidak bisa dilalui roda empat, dan arah angin yang berubah-uhah," ujar Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi didampingi Tim Pusdalops, Agus Salim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved