Selasa, 21 April 2026

Berita Nagan Raya

Emak-Emak Geruduk Kantor Keuchik di Nagan Raya, Tuntut Evaluasi Bantuan Banjir

Ratusan warga Gampong Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, melancarkan aksi unjuk rasa ke kantor keuchik setempat

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
DEMO - Ratusan warga Gampong Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, melancarkan aksi unjuk rasa ke kantor keuchik setempat pada Senin (30/3/2026). Massa yang mayoritas terdiri dari kaum ibu-ibu atau emak-emak, disertai sejumlah bapak-bapak, memprotes ketidakjelasan penyaluran bantuan stimulan dari pemerintah pusat untuk korban banjir.(Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan warga Mon Dua gelar aksi dengan menyegel kantor keuchik, memprotes penyaluran bantuan stimulan banjir yang dianggap tidak adil.
  • Warga menuding bantuan salah sasaran, lebih banyak diterima keluarga keuchik dan aparatur desa, sementara korban banjir yang berhak tidak mendapatkannya.
  • Aksi berlanjut ke DPRK Nagan Raya, di mana perwakilan warga menyampaikan tuntutan agar pemerintah segera mengevaluasi penerima bantuan agar tepat sasaran.

 

PROHABA.CO, NAGAN RAYA - Ratusan warga Gampong Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, melancarkan aksi unjuk rasa ke kantor keuchik setempat pada Senin (30/3/2026).

Massa yang mayoritas terdiri dari kaum ibu-ibu atau emak-emak, disertai sejumlah bapak-bapak, memprotes ketidakjelasan penyaluran bantuan stimulan dari pemerintah pusat untuk korban banjir.

Dalam aksi tersebut, warga menyegel kantor keuchik dengan memalang pintu depan.

Akibatnya, aktivitas pelayanan publik lumpuh selama beberapa jam.

Massa meneriakan yel-yel menuding bantuan stimulan justru banyak diberikan kepada pihak yang tidak berhak, termasuk keluarga keuchik dan aparatur desa, sementara sejumlah korban banjir tidak menerima bantuan.

Baca juga: PT MPG Gelar Simulasi Penanganan Demo di Area PLTU 3-4 Nagan Raya

Rukiah, salah seorang peserta aksi, mengungkapkan kekecewaannya karena dirinya yang menjadi korban banjir tidak mendapatkan bantuan.

“Kami yang benar-benar terdampak justru tidak menerima apa-apa,” ujarnya.

Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu dikawal aparat kepolisian dari Polsek Darul Makmur serta unsur TNI.

Meski sempat memanas, situasi tetap terkendali.

Kapolsek Darul Makmur, Iptu Ade Haidir, menjelaskan bahwa penyegelan kantor akhirnya dibuka kembali setelah pihak kepolisian memberikan penjelasan kepada massa agar pelayanan publik tidak terganggu.

Baca juga: Penyesuaian Harga BBM Mulai 1 April 2026: Masyarakat Diminta Bersiap

Aksi Berlanjut ke DPRK

Setelah membuka segel kantor keuchik, sekitar 20 orang perwakilan warga melanjutkan aksi ke DPRK Nagan Raya.

Mereka menyampaikan tuntutan agar penyaluran bantuan stimulan dievaluasi.

Perwakilan warga diterima langsung oleh Ketua DPRK Nagan Raya, Mohd Rizki Ramadhan, bersama Wakil Ketua Said Syahrul Rahmad.

Ketua DPRK menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah pusat harus segera melakukan evaluasi agar bantuan benar-benar diterima oleh korban banjir yang berhak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved