Selasa, 5 Mei 2026

Konflik Palestina dan Israel

Yahya Sinwar Terpilih Jadi Pengganti Ismail Haniyeh Sebagai Pemimpin Hamas Baru

Terpilihnya Yahya Sinwar dengan suara bulat sebagai pemimpin tertinggi gerakan ini memberikan penegasan bahwa gerakan ini mendukung visi dan strategi

Tayang:
Penulis: Ahmad Dzaky Maulana | Editor: Muliadi Gani
AFP/France 24
Kepala Biro Politik Hamas Yahya Sinwar 

PROHABA.CO - Setelah meninggalnya Ismail Haniyeh, Hamas telah menunjuk pemimpin baru untuk biro politiknya.

Yahya Sinwar didapuk menjadi pemimpin baru. Dia merupakan petinggi Hamas yang tengah aktif di medan tempur Gaza, Palestina, menghadapi Israel.

Pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap Ismail Haniyeh, negosiator utama Hamas dalam perundingan gencatan senjata, jadi bahasan luas media Barat. 

Begitu juga dengan keputusan Hamas mengangkat Yahya Sinwar sebagai penggantinya. 

Hari Selasa, 6 Agustus 2024 kemarin, gerakan Perlawanan Hamas mengumumkan Yahya Sinwar sebagai pemimpin biro politik Hamas untuk menggantikan Ismail Haniyeh yang dibunuh Israel di Teheran.

Tak lama kemudian, sejumlah media Barat seperti The New York Times, The Wall Street Journal, dan The Economist, melaporkan pengumuman tersebut secara ekstensif dan menganalisis masa depan Hamas saat Yahya Sinwar mengambil peran barunya.

Yahya Sinwar selama ini dipersepsikan sebagai dalang Operasi Banjir Al-Aqsa, penyerbuan wilayah Israel oleh Hamas pada 7 Oktober 2023. 

Yahya Sinwar telah lama dianggap oleh media dan pemerintah Barat sebagai pribadi garis keras yang akan mewujudkan keretakan antara Hamas, sekutunya, dan para pemimpin internal yang “lebih tertarik pada diplomasi, seperti yang dituduhkan oleh The Economist.

Sementara, Ismail Haniyeh dipandang lebih pragmatis, yang secara konsisten menganjurkan gencatan senjata sebelum pembunuhannya oleh pendudukan Israel di Teheran, Iran.

Namun, persepsi mereka salah, karena sumber yang dekat dengan Hamas mengungkapkan bahwa pemilihan gerakan tersebut menempatkan Sinwar di puncak struktur dengan suara bulat, menunjukkan bahwa Sinwar menerima dukungan penuh dari anggota gerakan Perlawanan.

Baca juga: Israel Tangkap Imam Masjid Al-Aqsa Gegara Pidato Belasungkawa untuk Ismail Haniyeh

Ideologi Yahya Sinwar dan Jalan Perlawanan Hamas

Terpilihnya Yahya Sinwar dengan suara bulat sebagai pemimpin tertinggi gerakan ini memberikan penegasan bahwa gerakan ini mendukung visi dan strategi pemimpinnya.

“Hamas menyampaikan pesan bahwa mereka secara strategis mendukung pendekatan perlawanan bersenjata dan menjadikan Sinwar sebagai pemimpin gerakan yang tak terbantahkan,” ungkap Jehad Harb, analis politik di lembaga think tank Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina, yang berbasis di Tepi Barat kepada Wall Street Journal.

Hal ini semakin menegaskan bahwa naiknya Sinwar ke posisi kepemimpinan tertinggi dalam gerakan tersebut menunjukkan upaya mereka untuk mencapai pembebasan, apapun resikonya.

Hamas melancarkan Operasi Banjir Al-Aqsa dan memicu langkah pertama pembebasan seluruh Palestina, bukan sekedar mempertahankan pemerintahan politik di Jalur Gaza.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved