Kamis, 7 Mei 2026

Internasional

Turki Larang Pesawat Presiden Israel Lewat Wilayah Udaranya

Ankara menolak izin pesawat Presiden Israel, Isaac Herzog memasuki wilayah udara Turki, saat akan menghadiri KTT Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP29

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/X
Kantor Herzog mengumumkan pada hari Sabtu bahwa ia membatalkan rencana kunjungannya ke Baku, dengan mengatakan keputusan tersebut karena pertimbangan keamanan. 

PROHABA.CO, ANKARA -  Ankara menolak izin pesawat Presiden Israel, Isaac Herzog memasuki wilayah udara Turki, saat akan menghadiri KTT Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP29) di ibu kota Azerbaijan, Baku

Menurut beberapa laporan yang mengutip pejabat Azerbaijan dan Turki, dengan menolak izin bagi pesawat Isaac Herzog memasuki wilayah udara Turki, Ankara menghalangi Presiden Israel untuk menghadiri pertemuan puncak COP29 di Baku awal minggu ini.

Pada hari Sabtu (16/11/2024), kantor Presiden Israel, Isaac Herzog mengumumkan bahwa ia membatalkan rencana kunjungannya ke konferensi iklim di Baku, Azerbaijan. Kantor presiden menyebut alasan keamanan sebagai alasannya, tanpa menjelaskan lebih lanjut, Middle East Eye melaporkan.

Namun laporan Ynet mengutip pejabat di Azerbaijan pada hari Minggu (17/11/2024), mengatakan kalau perjalanan itu dibatalkan karena Turki menolak mengizinkan pesawat presiden memasuki wilayah udaranya.

Seorang pejabat Azerbaijan yang tidak disebutkan namanya, dilaporkan mengatakan bahwa Israel dan Turki terlibat dalam "negosiasi intensif melalui saluran diplomatik yang berlangsung selama beberapa hari tetapi tidak membuahkan hasil".

Delegasi Israel lainnya ke konferensi tersebut tiba di Baku pada tanggal 11 November, setelah melakukan perjalanan ke sana dengan penerbangan komersial melalui Georgia.

AlMonitor melaporkan bahwa pejabat Turki mengonfirmasi bahwa pemerintah menolak permintaan resmi Israel agar pesawat Herzog terbang melalui wilayah udara Turki. 

Baca juga: Biadab, Anak-Anak di Gaza Jadi Target Penembak Jitu Israel, Umumnya Alami Cedera Parah di Kepala

Hubungan yang memburuk

Ini terjadi setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa Turki telah memutuskan semua hubungan dengan Israel, Rabu (13/11/2024).

“Pemerintah Republik Turki, di bawah kepemimpinan Tayyip Erdogan, tidak akan melanjutkan atau mengembangkan hubungan dengan Israel,” kata Erdogan.

“(Koalisi penguasa kami) bertekad dalam keputusannya untuk memutus hubungan dengan Israel, dan kami akan mempertahankan sikap ini di masa depan.” lanjutnya. “Kami, sebagai Republik Turki dan pemerintahnya, saat ini telah memutuskan semua hubungan dengan Israel," jelasnya.

Hubungan Turki-Israel telah memburuk secara signifikan sejak serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 dan perang Israel berikutnya di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 43.000 warga Palestina.

Awal tahun ini, Turki melakukan intervensi dalam kasus genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mendukung Palestina dan menganjurkan embargo senjata terhadap Tel Aviv.

Sekarang tampaknya hubungan telah mencapai titik terendah. 

Perang Israel-Hamas

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved