Rabu, 6 Mei 2026

Internasional

Militer Israel Pakai Ambulans Tembaki Warga di Tepi Barat, Hamas Akan Lepas 34 Sandera

Pasukan Israel yang menyamar sebagai paramedis memasuki kamp pengungsi Palestina dan melepaskan tembakan ke arah warga, tindakan yang jelas-jelas ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
mna/tangkap layar
Pasukan Israel dalam agresi mereka di Tepi Barat, Palestina. 

PROHABA.CO, GAZA - Pasukan Israel yang menyamar sebagai paramedis memasuki kamp pengungsi Palestina dan melepaskan tembakan ke arah warga, tindakan yang jelas-jelas melanggar Hukum Humaniter (Hukum Perang).

Dikutip dari Antara, menurut laporan Kantor Berita Fars News, sebuah video yang baru-baru ini dibagikan di mediasosial Palestina menunjukkan pasukan Israel memasuki Kamp Balata di Tepi Barat bagian utara dua pekan lalu dengan menyamar sebagai paramedis di dalam ambulans.

Kejadian itu mengakibatkan gugurnya seorang wanita lanjut usia dan seorang pria muda.

Serangan itu terjadi pada 19 Desember, di Kamp Balata yang terletak di timur kota Nablus.

Selain menyebabkan dua warga Palestina tewas, empat orang lainnya terluka.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan Halimeh Saleh Awai (80), meninggal akibat luka tembak di dada dan kakinya, sedangkan Qasi Hamid Sarouji (25), meninggal akibat cedera parah di kepala.

Menurut laporan dari Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), seorang pria berusia 65 tahun dan dua pria muda lainnya juga terluka akibat tembakan pasukan Israel.

Dalam serangan teroris tersebut, pasukan pendudukan Israel tidak hanya menggunakan ambulans untuk menyerang, tetapi juga mencegah masuknya ambulans dan petugas penyelamat ke lokasi setelah menembaki warga Palestina.

PRCS juga melaporkan bahwa seorang pemuda mengalami cedera di wajah akibat tembakan yang dilepaskan oleh pasukan militer Israel.

Baca juga: Israel Klaim Selamatkan 4 Sandera dalam Serangan yang Tewaskan 210 Warga Palestina

Akan bebaskan sandera

Sementara itu, seorang pejabat Hamas pada Minggu (5/1/2025) mengatakan, kelompoknya siap membebaskan 34 sandera yang masuk tahap pertama dari kesepakatan dengan Israel

Hal itu mengacu pada pembicaraan tidak langsung mengenai gencatan senjata dan perjanjian pembebasan sandera yang telah dilanjutkan di Qatar.

Para mediator Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS) telah mencoba selama berbulan-bulan untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang.

Namun, upaya tersebut dilakukan beberapa hari sebelum Donald Trump menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2025.

Pembicaraan itu berlangsung saat Israel menggempur Jalur Gaza pada Minggu, menewaskan sedikitnya 23 orang menurut para penyelamat.

Selama kurun waktu perang Israel-Hamas hamper 15 bulan tersebut, hanya ada satu gencatan senjata, yakni jeda selama satu minggu pada November 2023 yang denagn 80 sandera Israel dibebaskan bersama dengan 240 warga Palestina dari penjara Israel.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved