Jumat, 10 April 2026

Tahukah Anda

Menurut Studi, Hampir Seperempat Spesies Air Tawar di Dunia Terancam Punah

Sebuah penelitian besar yang meneliti kesehatan hampir 24.000 spesies air tawar menemukan bahwa hampir seperempat dari mereka terancam punah.

Editor: Muliadi Gani
iStockphoto/mel-nik
ILUSTRASI IKAN DANAU - Ilustrasi ini dari iStockphoto/mel-nik (6/2/2025). Sebuah penelitian besar yang meneliti kesehatan hampir 24.000 spesies air tawar menemukan bahwa hampir seperempat dari mereka terancam punah. 

PROHABA.CO -  Seperempat spesies hewan yang hidup di air tawar seperti sungai hingga danau terancam punah karena ancaman kerusakan lingkungan.

Dalam penelitian terbaru, tercatat hampir 24 persen spesies air tawar terancam punah.

Ekosistem air tawar hanya mencakup kurang dari 1 persen dari permukaan bumi, tetapi memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan. 

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan ini bisa mendorong spesies air tawar menuju ambang kepunahan, dengan 24?ri spesies yang ada berada dalam bahaya.

Ribuan spesies ikan, kepiting, dan capung berisiko punah dalam beberapa dekade mendatang dan jumlah ini mungkin terus bertambah.

Sebuah penelitian besar yang meneliti kesehatan hampir 24.000 spesies air tawar menemukan bahwa hampir seperempat dari mereka terancam punah.

Dari jumlah tersebut, hampir 1.000 spesies dikategorikan sebagai “sangat terancam punah”, dan sekitar 200 spesies kemungkinan sudah punah.

Menurut Catherine Sayer, penulis utama penelitian yang diterbitkan di journal Nature ini, tindakan segera diperlukan untuk memahami dan melindungi spesiesspesies ini.

“Kurangnya data tentang keanekaragaman hayati air tawar tidak boleh lagi dijadikan alasan untuk tidak bertindak,” ujarnya.  

Baca juga: Berapa Banyak Hewan yang Punah Akibat Aktivitas Manusia?

“Lanskap air tawar merupakan rumah bagi 10?ri semua spesies yang diketahui di Bumi dan sangat penting bagi miliaran orang untuk air minum yang aman, mata pencaharian, pengendalian banjir, dan mitigasi perubahan iklim.

Oleh karena itu, ekosistem ini harus dilindungi demi alam dan manusia,” ujarnya.

Tantangan yang dihadapi Air tawar yang bersih dan segar sangat penting bagi kehidupan di darat, tetapi ekosistem ini justru menjadi salah satu yang paling terancam.

Permintaan yang meningkat untuk pangan, air, dan sumber daya memperburuk kondisi lingkungan air tawar.

Kawasan lahan basah, termasuk rawa, hutan bakau, dan padang garam, mengalami kerusakan paling besar.  

Diperkirakan sekitar 3,4 juta kilometer persegi lahan basah 'setara dengan luas India' telah hilang sejak tahun 1700. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved