Selasa, 5 Mei 2026

Tahukah Anda

Mengapa Peminum Teh Hidup Lebih Lama, Berikut Penjelasannya

Meminum teh dapat membantu orang hidup lebih lama dan lebih sehat, dan teh adalah salah satu minuman paling populer di dunia setelah air putih. 

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
freepik/azerbaijan-stockers
MINUM TEH MENYEHATKAN - Teh bisa membantu Anda hidup lebih sehat di usia lanjut. Minum teh setiap hari memiliki banyak manfaat, seperti menurunkan gula darah dan pada akhirnya meningkatkan peluang hidup panjang umur. 

PROHABA.CO -  Minum teh setidaknya tiga kali seminggu dikaitkan dengan umur yang lebih panjang dan lebih sehat.

Meminum teh dapat membantu orang hidup lebih lama dan lebih sehat, dan teh adalah salah satu minuman paling populer di dunia setelah air putih. 

Selain memiliki rasa yang khas dan menenangkan, teh juga kaya akan manfaat kesehatan yang luar biasa.

“Teh bebas kalori dan sangat kaya akan antioksidan,” ujar Whitney Linsenmeyer, ahli gizi terdaftar dari Academy of Nutrition and Dietetics.

Kandungan ini membantu menurunkan risiko stroke, memperbaiki tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, serta meningkatkan sistem imun.

Bahkan, sebuah penelitian tahun 2022 menemukan bahwa peminum teh secara rutin memiliki risiko kematian 9-13 persen lebih rendah dalam satu dekadedibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi teh.

Selain manfaat ini, teh juga membantu memperbaiki fungsi jantung dan menyehatkan pembuluh darah.

Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi teh secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi berkat flavonoid yang dikandungnya.

Flavonoid ini berperan dalam mengurangi peradangan dan memperbaiki elastisitas pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. 

Baca juga: Kombinasi Teh dan Susu: Manfaat Kesehatan dan Peringatan yang Perlu Diketahui

Teh kurangi stres

Teh mengandung kombinasi kafein dan L-theanine yang membantu meningkatkan kewaspadaan tanpa efek gelisah yang sering terjadi akibat kopi.

“Berbeda dengan kopi, kafein dalam teh diserap lebih lambat sehingga memberikan energi yang lebih stabil,” jelas Jennie Norton, ahli gizi dari RET Physical Therapy.

Selain itu, L-theanine adalah asam amino unik dalam teh yang meningkatkan relaksasi dan kinerja kognitif.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa L-theanine membantu meningkatkan konsentrasi, memperbaiki daya ingat, mengurangi stres, serta melindungi dari penyakit kronis.

Menurut Quan Vuong, peneliti nutrisi dari University of Newcastle, Australia, “L-theanine juga memberikan sedikit rasa umami yang memperkaya cita rasa teh.

” Matcha dikenal memiliki kandungan L-theanine tertinggi, terutama pada jenis ceremonial-grade yang ditanam dengan teknik khusus yang disebut shade-growing process.

Dengan proses ini, tanaman teh ditanam di bawah naungan untuk meningkatkan produksi L-theanine. 

Ini menjadikan matcha sangat efektif dalam memberikan rasa relaksasi sambil tetap menjaga fokus.  

Sementara itu, teh herbal seperti rooibos kaya akan aspalathin, sejenis flavonoid yang membantu mengatur kadar gula darah.

Rooibos juga bebas kafein, menjadikannya pilihan yang baik untuk dikonsumsi pada malam hari tanpa mengganggu kualitas tidur. 

Tak hanya itu, teh juga mengandung neurotransmitter GABA (gamma-aminobutyric acid), yang berkontribusi dalam efek menenangkan dan mengurangi kecemasan.

Ditambah lagi, aroma teh dapat meningkatkan ketenangan dan fokus.  

Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa menghirup aroma teh hitam dapat mengurangi stres saat melakukan tugas kognitif.

Ilustrasi teh hijau
Ilustrasi teh hijau (shutterstock)

Baca juga: Ingin Panjang Umur dan Bahagia, Terapkan 5 Gaya Hidup Sehat Ini

Teh bunga seperti chamomile sangat efektif untuk relaksasi, sedangkan teh peppermint dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah mental. 

Teh dan hidrasi tubuh Salah satu manfaat sederhana, tetapi sangat penting dari teh adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi. 

“Hidrasi mendukung fungsi jantung, otot, melumasi persendian, membantu pencernaan, dan meningkatkan fungsi kognitif,” kata Emma Beckett, peneliti nutrisi dari University of Newcastle.

Meski teh mengandung kafein yang bersifat diuretik, efeknya cukup ringan sehingga tidak menyebabkan dehidrasi.

“Hidrasi bukan hanya tentang seberapa banyak cairan yang tersisa dalam tubuh, tetapi juga bagaimana air bergerak di dalam tubuh untuk membantu membuang racun dan menyeimbangkan garam,” tambah Beckett.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa teh memiliki efek menenangkan pada sistem pencernaan.

Teh herbal seperti peppermint dan jahe sering digunakan untuk meredakan gangguan pencernaan, sedangkan teh hijau dapat membantu memperbaiki metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak.

Sumber antioksidan Teh mengandung banyak antioksidan, terutama flavonoid seperti katekin, yang membantu melawan kerusakan sel, mengurangi peradangan, serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker tertentu.

Teh hijau memiliki kandungan katekin yang sangat tinggi, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang telah terbukti membantu mengatur kadar gula darah, mengurangi lemak perut, dan meningkatkan oksidasi lemak saat berolahraga.

Ini menjadikan teh hijau favorit di kalangan pencinta kesehatan.

Meskipun teh hitam mengalami proses fermentasi yang mengurangi kadar katekin, teh ini tetap memiliki manfaat kesehatan berkat senyawa unik seperti theafl avins dan thearubigins.  

Senyawa ini berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antioksidan dalam teh juga berperan dalam mendukung kesehatan mikrobiota usus, yang berpengaruh pada pencernaan dan sistem kekebalan tubuh. 

Beberapa jenis teh, seperti teh kombucha, juga mengandung probiotik alami yang dapat membantu meningkatkan keseimbangan bakteri baik di usus.

Julie Stefanski, ahli gizi dari Academy of Nutrition and Dietetics, menegaskan bahwa manfaat teh berasal dari interaksi berbagai senyawa di dalamnya. 

“Beberapa orang mencoba mengekstrak senyawa tertentu dari teh, tetapi efeknya tidak sama dengan mengonsumsi teh secara utuh,” katanya.

“Semua senyawa dalam teh bekerja secara sinergis untuk memberikan manfaat maksimal,” tambah Stefanski.

Dengan begitu banyak manfaat yang ditawarkan, tidak mengherankan jika minum teh secara rutin dikaitkan dengan umur panjang dan kesehatan yang lebih baik.

Teh tidak hanya sekadar minuman, tetapi juga ritual yang menenangkan dan membawa manfaat jangka panjang bagi tubuh dan pikiran. 

Baca juga: Benarkah Teh Bisa Sebabkan Dehidrasi? Berikut Penjelasannya

Baca juga: Manfaat Teh Hijau: Minuman Sehat dengan Khasiat Luar Biasa

Baca juga: Apa Manfaat Minum Teh Hijau di Pagi Hari, Berikut Penjelasannya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Peminum Teh Hidup Lebih Lama?", 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved