Selasa, 14 April 2026

Ramadhan 2025

352.057 Khataman Al-Qur'an dalam Sehari, Indonesia Cetak Rekor Dunia

Pada 16 Maret 2025 atau 16 Ramadhan 1446 H, Indonesia berhasil memecahkan rekor dunia dengan mencatatkan 352.057 khataman Al-Quran dalam satu hari.

Penulis: Amelia Puspa Trinanda | Editor: Jamaluddin
Tribunnews.com
REKOR KHATAMAN QUR'AN - Pemecahan rekor 352.057 khataman Al-Qur’an dalam satu hari di program 'Indonesia Khataman Al-Qur’an.' Kegiatan ini diselenggarakan pada 16 Maret 2025 dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an 1446 Hijriah. 

Rekor yang tercatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini menandakan sebuah kemajuan dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan keagamaan. 

PROHABA.CO - Pada 16 Maret 2025 atau bertepatan dengan 16 Ramadhan 1446 H, Indonesia berhasil memecahkan rekor dunia dengan mencatatkan 352.057 khataman Al-Quran dalam satu hari. 

Pencapaian luar biasa ini tercatat dalam program 'Indonesia Khataman Al-Qur'an,' yang digelar sebagai bagian dari peringatan Nuzulul Qur'an 1446 Hijriah.

Kolaborasi sukses antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Masjid Istiqlal Jakarta, dan Kementerian Agama (Kemenag) menjadi kunci dari tercapainya rekor ini. 

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk masjid, Kantor Urusan Agama (KUA), pesantren, dan organisasi Islam di seluruh Indonesia, kegiatan ini tidak hanya melibatkan komunitas agama, tapi juga masyarakat luas yang ingin turut serta dalam acara ini.

Rekor yang tercatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini menandakan sebuah kemajuan dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan keagamaan. 

Dengan dukungan infrastruktur digital yang solid, proses khataman Al-Qur'an dapat dipantau secara real time, menghubungkan umat Islam dari berbagai daerah di Tanah Air.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata bagaimana teknologi dan digitalisasi bisa memfasilitasi kegiatan keagamaan yang lebih inklusif dan menjangkau lebih banyak umat Islam di seluruh Indonesia.

"Digitalisasi dapat memperkuat kebersamaan dalam ibadah.

Kami bangga bisa membantu masyarakat mencetak sejarah baru dalam khataman Al-Qur'an nasional.

Ke depan, kami berharap lebih banyak inisiatif berbasis digital yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujar Meutya Hafid, pada Selasa (18/3/2025) dikutip dari Tribunnews.com.

Sebagai bagian dari dukungan digital, Kemenkomdigi sudah mengembangkan aplikasi khusus untuk mendukung pelaksanaan acara ini.

Aplikasi tersebut memungkinkan peserta untuk mendaftar secara online, menghitung jumlah khataman secara otomatis, serta menyediakan system regionalisasi yang mencatat kontribusi dari masing-masing wilayah. 

Selain itu, Kemenkomdigi juga memanfaatkan server berbasis cloud dengan teknologi auto-scaling untuk memastikan sistem dapat menangani lebih dari 350.000 peserta yang terhubung secara bersamaan, sehingga sistem tetap berjalan optimal sepanjang acara.

Baca juga: 6 Keutamaan Malam Nuzulul Quran dan 5 Amalan yang Dikerjakan Diperingati 17 Ramadhan 2025

Baca juga: Aceh Besar Sabet Juara Umum Pada Musabaqah Tunas Ramadhan ke-24

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved