Rabu, 22 April 2026

Kesehatan

Mengenal Anxiety: Gangguan Kesehatan Yang Perlu Anda Ketahui

Di tengah tekanan hidup yang sangat kompleks, dari urusan kerja hingga personal pribadi, tak sedikit orang yang menggalami anxiety tanpa menyadarinya.

Penulis: Riva Ramadhani | Editor: Jamaluddin
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI KONSULTASI KESEHATAN - Ilustrasi konsultasi kesehatan mental. Konsultasi gangguan kesehatan jiwa kepada psikolog klinis tidak berarti dianggap orang gila. Anxiety atau gangguan kecemasan yang merupakan perasaan cemas atau takut yang berlebihan dan sulit dikendalikan. Berikut fakta tentang anxiety. 

Di tengah tekanan hidup yang sangat kompleks, dari urusan pekerjaan hingga personal pribadi, tak sedikit orang yang menggalami anxiety tanpa menyadarinya.

PROHABA.CO - Pernah merasa jantung berdebar kencang tanpa sebab yang jelas?

Atau tiba tiba saja merasa takut, gelisah, bahkan sulit bernapas ketika menghadapi hal-hal yang sebenarnya biasa saja?

Jika ya, bisa jadi itu bukan sekedar stres biasa.

Kondisi ini dikenal sebagai Anxiety atau gangguan kecemasan yang merupakan perasaan cemas atau takut yang berlebihan dan sulit dikendalikan.

Anxiety dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, termasuk kesehatan fisik dan kesejahteraan emosional. 

Di tengah tekanan hidup yang sangat kompleks, dari urusan pekerjaan hingga personal pribadi, tak sedikit orang yang menggalami anxiety tanpa menyadarinya.

Baca juga: Benarkah Konten Kesehatan Mental Dimedia Sosial Mengakibatkan Self Diagnose, Ini Faktanya

Sayangnya, banyak dari mereka memilih diam dan mengabaikannya, karena mengira perasaan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Padahal, jika dibiarkan, anxiety bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Berdasarkan situs Kesehatan berikut, beberapa fakta tentang anxiety.

Gejala Anxiety

Beberapa gejala umum dari gangguan kecemasan yaitu:

  1. Gugup, gelisah, dan tegang.
  2. Detak jantung yang cepat.
  3. Napas yang cepat.
  4. Gemetaran.
  5. Sulit tidur.
  6. Berkeringat banyak.
  7. Tubuh terasa lemas.
  8. Sulit berkonsentrasi.
  9. Perasaan seperti akan menghadapi bahaya.

Gejala-gejala ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup penderita.

Baca juga: 5 Manfaat Bunga Lawang dan Fungsinya untuk Kesehatan,Mengontrol Gula Darah hingga Melawan Sel Kanker

Jenis-Jenis Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan terdiri atas beberapa jenis, di antaranya:

  1. Gangguan Kecemasan Umum (Generalized Anxiety Disorder/GAD) ditandai dengan kekhawatiran yang berlebihan terhadap berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
  2. Gangguan Panik (Panic Disorder). Serangan panik tiba-tiba yang disertai gejala fisik seperti nyeri dada dan sesak napas.
  3. Fobia Spesifik: Ketakutan yang intens terhadap objek atau situasi tertentu.
  4. Gangguan Kecemasan Sosial (Social Anxiety Disorder): Ketakutan berlebihan terhadap situasi sosial atau interaksi dengan orang lain. 
  5. Gangguan Obsesif-Kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder/OCD): Pikiran obsesif dan perilaku kompulsif yang berulang.
  6. Gangguan Stres Pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD): Kecemasan yang muncul setelah mengalami peristiwa traumatis.

Baca juga: Inilah Peran Air Putih Terhadap Tubuh untuk Mendukung Kesehatan, Simak Penjelasan dr Tirta

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti gangguan kecemasan belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa faktor yang dapat berkontribusi meliputi:

  • Faktor genetik: Riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan meningkatkan risiko sesorang mengalaminya.
  • Pengalaman hidup: Peristiwa traumatis kehilangan orang tercinta atau pelecehan yang dapat memicu gangguan kecemasan.
  • Stres kronis: paparan stres yang berkepanjangan dari pekerjaan atau hubungan social yang dapat menyebabkan kecemasan yang kronis.

Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan

Penanganan gangguan kecemasan dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

  1. Psikoterapi: Terapi perilaku kognitif (cognitive Behavioral Theraphy/CBT) membantu penderita megindentifikasi dan mengubah pola pikir negatif yang memicu kecemasan.
  2. Obat-obatan: Penggunaan antidepresan atau ansiolitik sesuai resep dokter untuk menggelola gejala kecemasan.
  3. Teknik Relaksasi: Melakukan meditasi, yoga, atau Latihan pernapasan untuk menenangkan pikiran dan tubuh.
  4. Gaya Hidup Sehat: Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup dapat mengurangi gelaja kecemasan.

Jika anda atau orang terdekat mengalami gejala gangguan kecemasan atau anxiety yang mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk segera berkonsultasi dengan ahli Kesehatan mental, guna mendapatkan penanganan yang tepat. (Penulis adalah mahasiswa internship dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala)

Update berita lainya di PROHABA.CO dan Google News.
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved