Rabu, 6 Mei 2026

Berita Aceh Besar

Bentrok di Kampus Abulyatama, Satu Anggota Satgas Dilaporkan Meninggal

Bentrokan terjadi di Universitas Abulyatama (Unaya) di Gampong Lampoh Keude, Kuta Baro, Aceh Besar, Kamis (17/4/2025).

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
ISTIMEWA
MENINGGAL - Satgas Abulyatama Aceh, Wahidin meninggal dunia, Kamis (17/4/2025). Polisi bantah akibat kekerasan. 

Laporan Sara Masroni | Banda Aceh

PROHABA.CO, BANDA ACEH -  Bentrokan terjadi di Universitas Abulyatama (Unaya) di Gampong Lampoh Keude, Kuta Baro, Aceh Besar, Kamis (17/4/2025).

Insiden yang disertai aksi kekerasan tersebut mengakibatkan Seorang petugas satuan tugas (satgas) di Universitas Abulyatama bernama Wahidin meninggal dunia dalam peristiwa tersebut setelah membantu mengamankan aksi itu.

Wahidin, ayah dari lima anak asal Blang Bintang itu mengembuskan napas terakhir usai diduga diserang sekelompok orang yang datang ke kampus tersebut.

"Satgas kami meninggal satu orang," kata Rektor Unaya, Dr Nurlis Effendi dikutip Serambinews.com, Kamis siang.

Beberapa dikabarkan mengalami luka akibat mendapat serangan dari sekelompok orang menggunakan batu dan kayu.

"Di antaranya dirawat di Rumah Sakit Pertamedika," ungkap Nurlis.

Melansir Serambinews.com sudah meminta konfirmasi dari Polresta Banda Aceh terkait kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Namun hingga berita ini ditayangkan, Serambinews belum mendapat balasan.

Baca juga: Polisi Tes Psikologi Dokter PPDS Unpad yang Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Pasien

Baca juga: Illiza Kembali Gerebek Pesta Miras dan Pasangan Mesum di Banda Aceh, 5 Oknum TNI Ikut Diamankan

Polisi Bantah Penyebab Meninggalnya Satgas Abulyatama Aceh Akibat Kekerasan

Pihak kepolisian membantah penyebab meninggalnya salah seorang Satgas Abulyatama Aceh, Wahidin (50) akibat kekerasan bentrok di Universitas Abulyatama (Abulyatama), Lampoh Keude, Aceh Besar, Kamis (17/4/2025).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono melalui Kasat Reskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama menjelaskan, menurut keterangan dokter, hasil pemeriksaan sementara korban tidak ditemukan adanya bekas pukulan benda tumpul atau sejenisnya.

“Bukan (kekerasan), nggak ada itu,” kata Kompol Fadillah saat dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis sore.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh itu menjelaskan, korban tiba di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri, namun setelah dilakukan EKG (elektrokardiogram) korban dinyatakan sudah tidak bernyawa.

Awalnya, sekitar pukul pukul 11.20 WIB korban dibawa dalam keadaan tidak sadarkan diri, denyut nadinya tidak teraba, napas tidak ada dan tekanan darah tidak terbaca

Setelah dilakukan pengecekan tekanan darah dan saturasi tidak terbaca, serta tubuh korban dingin, pasien dinyatakan meninggal dunia (MD).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved