Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Besar

RSUD Aceh Besar Lumpuh, Dokter Mogok Akibat Krisis Obat dan Tunggakan

Pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Besar mengalami gangguan serius setelah dokter spesialis dan tenaga medis melakukan aksi mogok massal

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
MOGOK MASsAL - Para tenaga medis dan dokter spesialis di RSUD Aceh Besar melakukan aksi mogok massal, Senin (20/4/2026). Dampaknya, layanan rawat jalan lumpuh total dengan sedikitnya 13 poliklinik ditutup, sehingga ratusan pasien tidak dapat memperoleh pelayanan dan terpaksa pulang tanpa berobat.(Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • RSUD Aceh Besar lumpuh di layanan rawat jalan, 13 poliklinik tutup dan ratusan pasien terdampak
  • Mogok dipicu krisis obat, serta tunggakan TPP dan jasa medis tenaga kesehatan
  • Tenaga medis tuntut perbaikan sistem Badan Layanan Umum Daerah dan solusi dari pemerintah

 

PROHABA.CO, ACEH BESAR - Pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Besar mengalami gangguan serius setelah dokter spesialis dan tenaga medis melakukan aksi mogok massal pada Senin (20/4/2026).

Dampaknya, layanan rawat jalan lumpuh total dengan sedikitnya 13 poliklinik ditutup, sehingga ratusan pasien tidak dapat memperoleh pelayanan dan terpaksa pulang tanpa berobat.

Aksi mogok tersebut dipicu oleh berbagai persoalan internal yang dinilai sudah berlangsung lama tanpa penyelesaian.

Salah satu masalah utama adalah kosongnya persediaan obat-obatan yang telah terjadi selama kurang lebih lima bulan terakhir.

Kondisi ini membuat tenaga medis kesulitan menjalankan tugasnya secara optimal karena keterbatasan fasilitas penunjang pelayanan kesehatan.

“Ini bukan persoalan baru, sudah cukup lama terjadi tanpa solusi yang jelas,” ujar salah satu perwakilan dokter spesialis, dr. Irfan, Sp.P. saat melansir konfirmasi Serambinews.com.

Ia menegaskan bahwa ketiadaan solusi konkret dari pihak terkait semakin memperburuk situasi di rumah sakit tersebut.

Selain krisis obat, tenaga medis juga menyoroti belum dibayarkannya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sejak Januari 2025 serta jasa medis yang tertunggak sejak November 2025.

Para tenaga medis menduga, persoalan ini berkaitan dengan belum optimalnya penerapan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah ditetapkan sejak 2024.

Baca juga: Dokter Spesialis RSUD SIM Nagan Raya Gelar Mogok Terbatas, Tolak Aturan Sepihak

Baca juga: Polrestabes Medan Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Malaysia, Sita 1.500 Paket Vape dan 2 Kg Sabu

Implementasi yang belum berjalan efektif dinilai berdampak pada sistem administrasi, pengelolaan keuangan, hingga kualitas pelayanan kepada pasien.

Meski layanan rawat jalan dihentikan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi seperti biasa. Hal ini dilakukan karena layanan IGD bersifat vital dan menyangkut keselamatan jiwa pasien, sehingga tidak memungkinkan untuk dihentikan meskipun terjadi aksi mogok.

Dalam tuntutannya, para tenaga medis menyatakan akan terus menghentikan layanan rawat jalan hingga waktu yang belum ditentukan.

Mereka menuntut kejelasan terkait ketersediaan obat-obatan, pembayaran TPP dan jasa medis, serta percepatan implementasi sistem BLUD secara optimal.

Selain itu, tenaga medis juga meminta adanya audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan DPRK setempat guna mencari solusi konkret atas persoalan yang telah berlarut-larut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved