Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Besar

Pelayanan RSUD Aceh Besar Kembali Normal Usai Aksi Mogok Tenaga Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar telah kembali normal

Editor: Muliadi Gani
Foto IST/HO/ Media Center Aceh Besar
BERBINCANG DENGAN PASIEN - Asisten III Sekdakab Aceh Besar Bidang Administrasi, Abdullah bersama Kabag Hukum Sekdakab Aceh Besar, Rafzan Amin saat turun langsung meninjau kondisi dan berbincang-bincang dengan pasien di RSUD Aceh Besar, Selasa (21/4/2026). (Foto: Media Center Aceh Besar) 

Ringkasan Berita:
  • RSUD Aceh Besar sudah beroperasi penuh setelah sempat terganggu akibat aksi mogok tenaga kesehatan.
  • Secara umum ketersediaan obat mencukupi, meski beberapa jenis khusus seperti insulin masih terbatas.
  • Persoalan jasa medis, klaim BPJS, serta penyesuaian regulasi BLUD menjadi pemicu, dan pemerintah berkomitmen menyelesaikannya sebelum akhir April.

 

PROHABA.CO, ACEH BESAR – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar telah kembali normal setelah sempat terganggu akibat aksi mogok kerja tenaga kesehatan (nakes) sehari sebelumnya.

Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Bidang Administrasi, Abdullah S.Sos, bersama Kepala Bagian Hukum Setdakab Aceh Besar, Rafzan Amin SH, MM, turun langsung meninjau rumah sakit pada Selasa (21/4/2026).

Dalam peninjauan itu, Abdullah menyatakan bahwa seluruh layanan kini berjalan sebagaimana mestinya.

Para dokter, baik spesialis maupun umum, sudah kembali bertugas dan melayani pasien.

“Hari ini pelayanan sudah normal kembali.

Kami juga telah berkomunikasi langsung dengan para dokter, dan Alhamdulillah mereka sudah bekerja seperti biasa,” ujar Abdullah.

Baca juga: RSUD Aceh Besar Lumpuh, Dokter Mogok Akibat Krisis Obat dan Tunggakan

Layanan dan Stok Obat

Hasil pemantauan menunjukkan seluruh unit layanan telah beroperasi optimal, mulai dari poli rawat jalan, rawat inap, hingga Unit Gawat Darurat (UGD).

Abdullah juga menegaskan bahwa stok obat secara umum aman dan mencukupi, meski beberapa jenis obat tertentu masih terbatas karena proses pengadaan dan distribusi yang membutuhkan waktu.

“Secara umum stok obat aman. Hanya ada beberapa jenis obat yang masih terbatas karena proses pemesanan dan distribusi,” jelasnya.

Abdullah mengungkapkan bahwa persoalan jasa medis (jasmed) dan klaim BPJS menjadi salah satu pemicu aksi mogok sebelumnya.

Selain itu, penyesuaian regulasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga tengah dilakukan sebagai bagian dari pembenahan sistem keuangan rumah sakit.

“Untuk jasmed dan BPJS, saat ini sedang kita upayakan penyelesaiannya, begitu juga dengan penyesuaian regulasi BLUD.

Namun, semua ini membutuhkan proses administrasi dan tidak bisa diselesaikan secara instan,” tambahnya.

Baca juga: Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Arakundo, Diduga Korban Kecelakaan Saat Memancing

Imbauan dan Klarifikasi

Kepala Bagian Hukum Setdakab Aceh Besar, Rafzan Amin, mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap bersabar dan menjaga profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved