Tugu Biawak
Tugu Biawak di Wonosobo, Karya Seni Desa yang Bikin Heboh Netizen, Begini Penampakannya
Sebuah tugu unik berbentuk biawak raksasa yang baru-baru ini dibangun di salah satu desa di Kabupaten Wonosobo mendadak viral
Penulis: Amelia Puspa Trinanda | Editor: Jamaluddin
Bangunan tugu biawak ini berdiri di tepi Jalan Raya Nasional Ajibarang-Secang, tepatnya di Desa Krasak, Kecamatan Solomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
PROHABA.CO, WONOSOBO - Satu tugu unik berbentuk biawak raksasa yang baru-baru ini dibangun di salah satu desa dalam wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial.
Bangunan tugu biawak ini berdiri di tepi Jalan Raya Nasional Ajibarang-Secang, tepatnya kawasan Desa Krasak, Kecamatan Solomerto, Kabupaten Wonosobo.
Tugu biawak ini menggambarkan seekor biawak berukuran besar yang memiliki tinggi 7 meter dengan lebar 4 meter yang tampak memanjat bongkahan batu.
Detail fisik tugu ini seperti tekstur kulit, ekspresi wajah, dan posisi tubuh dirancang dengan cermat sehingga memberikan kesan nyata, terutama ketika disorot lampu pada malam hari.
Penempatan pencahayaan menambah dimensi artistik yang membuatnya tampak dramatis dan menarik perhatian banyak orang yang melintas.
Dilansir dari TribunBanyumas, pada Selasa (22/4/2025), pembuatan tugu biawak ini diinisiasi oleh pemuda karang taruna desa setempat dan pembuatannya dinakhodai oleh seniman asli Wonosobo bernama Arianto.
Arianto yang akrab disapa Ari ini rupanya lama berkecimpung pada dunia seni lukis yang dulunya mengenyam bangku kuliah di ISI Surakarta.
Seiring berjalannya waktu, secara otodidak ia mulai belajar membuat patung hingga karya terbaiknya dapat terkenal seperti saat ini.
Dalam pembuatan tugu biawak ini, ternyata Arianto rela membeli biawak sungguhan untuk diobservasi agar karya yang akan dibuatnya dapat betul-betul sesuai aslinya.
Ia mengungkapkan, kesulitan dalam membuat seni patung adalah menciptakan ruh dalam patung tersebut agar bisa dinikmati oleh orang yang melihatnya.
"Jadi karya sebagus apapun ketika tidak punya ruh, sel, atau jiwa ya kurang.
Dalam karya itu ya menurut saya seperti orang cantik tapi juga harus yang smart.
Jadi, semoga karya-karya yang nanti tercipta ya cantik, ya pintar," terangnya, dikutip dari TribunBanyumas.
Ari berharap, ke depan ia dapat membuat patung kembali dengan karya yang lebih megah dari ini dan ia dedikasikan karyanya untuk Kabupaten Wonosobo tercinta.
| Muhammad Aril dan Talha Della Sintia Juara Duta Baca USK 2026 |
|
|---|
| Disbudpar Aceh dan GEKRAFS Jalin Kerja Sama, Genjot Promosi Wisata dan Ekraf |
|
|---|
| Bank Aceh Gandeng Taspen, Perkuat Layanan Pembayaran Pensiun di Aceh |
|
|---|
| RSIA Cempaka Az-Zahra Banda Aceh Kembali Terima Pasien BPJS, Ini Fasilitas yang Disiapkan |
|
|---|
| Demo Tolak Pergub JKA di Kantor Gubernur Aceh Berujung Ricuh, Sejumlah Massa Diamankan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Tugu-Biawak1-di-Wonosobo-Jawa-Tengah.jpg)