Rokok Elektrik
Benarkah Vape Lebih Aman dari Rokok Biasa? Begini Penjelasan Ahli
Dalam beberapa tahun terakhir, vape atau rokok elektrik semakin populer sebagai alternatif dari rokok konvensional.
Penulis: Amelia Puspa Trinanda | Editor: Jamaluddin
Faktanya, vape masih mengandung nikotin, zat adiktif yang bisa menyebabkan kecanduan dan berdampak buruk bagi sistem kardiovaskular.
PROHABA.CO - Dalam beberapa tahun terakhir, vape atau rokok elektrik semakin populer sebagai alternatif dari rokok konvensional.
Banyak yang menganggap vape sebagai pilihan yang lebih 'aman' karena tidak menghasilkan asap hasil pembakaran tembakau.
Namun, benarkah vape lebih aman dari rokok?
Dilansir dari laman Koalisi Indonesia Bebas TAR pada Selasa (29/4/2025), Vape atau rokok elektronik adalah sebuah teknologi inovasi dari bentuk rokok konvensional menjadi rokok modern.
Vape atau rokok elektronik termasuk ke dalam produk tembakau alternatif dan pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh SBT Co Ltd, sebuah perusahaan asal Beijing, yang sekarang dikuasai oleh Golden Dragon Group Ltd pada tahun 2004.
Perbedaan Utama Antara Vape dan Rokok
Rokok konvensional bekerja dengan cara membakar daun tembakau, menghasilkan asap yang mengandung ribuan zat kimia berbahaya, termasuk tar dan karbon monoksida.
Sebagian besar zat ini terbukti menjadi penyebab utama berbagai penyakit seperti kanker paru-paru, serangan jantung, dan stroke.
Sementara itu, Vape atau e-cigarette menggunakan elemen pemanas untuk menguapkan cairan (liquid) yang biasanya mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin, dan perasa buatan.
Karena tidak melibatkan proses pembakaran, Vape tidak menghasilkan asap melainkan uap, dan dianggap memiliki kandungan zat berbahaya yang lebih sedikit.
Apakah Lebih Aman? Jawabannya: Relatif, Tapi Tidak Tanpa Risiko
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Vape kemungkinan besar mengandung lebih sedikit zat beracun dibanding rokok.
Public Health England, sebuah divisi dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial, Inggris, melakukan sebuah tinjauan penelitian di tahun 2015, menyatakan bahwa Vape diperkirakan 95 persen lebih tidak berbahaya daripada rokok tembakau.
Namun, pernyataan ini juga dikritik karena dianggap terlalu optimis dan belum memperhitungkan efek jangka panjang.
| Penyesuaian Harga BBM Mulai 1 April 2026: Masyarakat Diminta Bersiap |
|
|---|
| Annisa Pohan dan AHY Sambut Kehadiran Anak Kedua, Ini Persiapan Sebelum Melahirkan |
|
|---|
| Mayat Pria dan Wanita Ditemukan dalam Mobil Honda Jazz Terparkir di Pidie Jaya, Ini Identitas Korban |
|
|---|
| Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan Dokter Shanti Hastuti di Gayo Lues |
|
|---|
| Dua Warga Tewas dalam Mobil Honda Jazz di Pidie Jaya, Diduga Keracunan AC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Vape.jpg)