Minggu, 26 April 2026

Rokok Elektrik

Benarkah Vape Lebih Aman dari Rokok Biasa? Begini Penjelasan Ahli

Dalam beberapa tahun terakhir, vape atau rokok elektrik semakin populer sebagai alternatif dari rokok konvensional.

Penulis: Amelia Puspa Trinanda | Editor: Jamaluddin
Canva Premium
ILUSTRASI VAPE - Ilustrasi vape diambil melalui Aplikasi Canva Premium pada Selasa (29/4/2025). Benarkah vape lebih aman dari rokok biasa? Simak penjelasan ahli berikut ini. 

Faktanya, Vape masih mengandung nikotin, zat adiktif yang bisa menyebabkan kecanduan dan berdampak buruk bagi sistem kardiovaskular. 

Selain itu, uap dari Vape tetap mengandung senyawa kimia yang dapat mengiritasi paru-paru dan saluran pernapasan, seperti formaldehida dan asetaldehida.

Masih dilansir dari laman Koalisi Indonesia Bebas TAR,  Amaliya, peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, menjelaskan, sebenarnya kandungan beracun dari rokok yang dibakar juga bisa ditemukan pada uap Vape.

"Jadi kalau kandungan dari rokok yang dibakar ada 400 zat beracun, sementara pada rokok elektronik memang ada beberapa zat beracun yang ditemukan pada rokok tembakau yang dibakar, seperti formaldehyde, 

Namun, kandungan formaldehyde sedikit sekali.

Jadi kandungannya di bawah ambang batas normal," jelas Amaliya dalam Diskusi Produk Tembakau Alternatif di Tengah Disrupsi Teknologi serta Kaitannya dengan Reaksi dan Tantangan Global di Jakarta, dikutip dari laman Koalisi Indonesia Bebas TAR pada Selasa (29/4/2025).

Hal serupa juga dijelaskan oleh David Theodore Levy, ahli onkologi dari Georgetown University Medical Center, Amerika Serikat, yang turut hadir di diskusi tersebut. 

"Memang ada riset yang menemukan kandungan formaldehyde di asap rokok elektronik.

Namun, ada riset di 2018 yang menemukan bahwa kandungan formaldehyde di asap rokok elektronik menurun hingga 90 persen lebih," tambahnya. 

Dijelaskan, formaldehyde merupakan salah satu zat karsinogen atau penyebab kanker.

Zat tersebut juga bisa menyebabkan mata berair, batuk, dan sensasi panas di hidung serta tenggorokan. (Penulis adalah mahasiswa internship dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala)

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved