Selasa, 12 Mei 2026

Tahukah Anda

AI Mampu Menyibak Pesan Misterius dari Gurun Peru

Di hamparan gersang dataran tinggi selatan Peru, terbentang sebuah teka-teki purba yang membingungkan dunia selama hampir dua milenium (2.000 tahun). 

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK. YAMAGATA UNIVERSITY
GARIS NAZCA - Garis Nazca di Peru yang bentuknya menyerupai manusia. Teknologi AI membantu pengungkapan misteri garis Nazca.Sembilan dari total 303 geoglif figuratif berjenis relief yang baru ditemukan dari survei yang dibantu AI. Gambar drone yang diambil selama survei lapangan mengonfirmasi keaslian geoglif tersebut. Skala batang adalah 5 m. Garis luar telah ditambahkan sebagai panduan bagi mata. Geoglif figuratif menggambarkan humanoid, kepala, hewan peliharaan (unta), paus pembunuh, burung, kucing, adegan seremonial, dan interaksi manusia/hewan. 

Sayangnya, banyak dari figur permukaan ini terlalu samar untuk ditangkap oleh foto udara atau satelit biasa.

Karena ukurannya yang kecil dan letaknya di jalur pejalan kaki kuno, banyak yang luput dari perhatian.

Saat AI turun tangan Pada tahun 2022–2023, tim Sakai bekerja sama dengan IBM Research untuk membawa metode baru ke medan penelitian, yakni kecerdasan buatan (AI).

Dengan melatih model AI menggunakan foto-foto geoglif yang sudah dikenal, sistem ini kemudian memindai gambar resolusi tinggi dari seluruh dataran Nazca.

Hasilnya mencengangkan: 303 gambar baru berhasil ditemukan hanya dalam enam bulan—nyaris menggandakan jumlah yang diketahui sejak awal abad ke-20. Total, kini ada 430 gambar, dengan 318 di antaranya ditemukan oleh Universitas Yamagata sejak 2004.

Prosesnya unik.

Alih-alih mengutak-atik gambar secara konvensional, AI justru membagi lanskap menjadi potongan-potongan kecil dan memberi skor kemungkinan adanya geoglif di setiap petak.

 “Dengan teknik pembelajaran transfer (transfer learning), kami bisa melatih AI dari model gambar sehari-hari lalu menyempurnakannya untuk mengenali pola-pola di gurun,” ungkap tim peneliti.

Banyak dari gambar yang baru ditemukan berada sangat dekat dengan jalur kuno, hanya sekitar 40 meter jauhnya. Beberapa menunjukkan kepala manusia, hewan ternak, bahkan potongan tubuh seperti torso.  

“Kepala manusia ini menggambarkan praktik pengorbanan untuk para dewa,” kata Sakai.

Yang menarik, benda-benda kecil ini kemungkinan lebih tua dari gambar garis besar yang selama ini menjadi ikon.

Baca juga: Ilmuan Cina Ciptakan AI yang Mampu Mengambil Keputusan Sendiri

Fokusnya pada kehidupan domestik, berbeda dengan hewan liar seperti monyet atau burung besar yang mendominasi gambar besar.

Penempatan figur-fi gur ini dekat jalur kuno memberi dugaan bahwa mereka digunakan sebagai alat ajar atau panduan spiritual selama perjalanan harian. 

Ritual dan mitos Geoglif garis besar biasanya menandai awal dan akhir dari rute ziarah.

Prosesi kuno diyakini berjalan menyusuri jalur ini, berhenti di titik-titik penting seperti gambar burung atau paus untuk melakukan ritual bersama.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved