Selasa, 12 Mei 2026

Tahukah Anda

AI Mampu Menyibak Pesan Misterius dari Gurun Peru

Di hamparan gersang dataran tinggi selatan Peru, terbentang sebuah teka-teki purba yang membingungkan dunia selama hampir dua milenium (2.000 tahun). 

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK. YAMAGATA UNIVERSITY
GARIS NAZCA - Garis Nazca di Peru yang bentuknya menyerupai manusia. Teknologi AI membantu pengungkapan misteri garis Nazca.Sembilan dari total 303 geoglif figuratif berjenis relief yang baru ditemukan dari survei yang dibantu AI. Gambar drone yang diambil selama survei lapangan mengonfirmasi keaslian geoglif tersebut. Skala batang adalah 5 m. Garis luar telah ditambahkan sebagai panduan bagi mata. Geoglif figuratif menggambarkan humanoid, kepala, hewan peliharaan (unta), paus pembunuh, burung, kucing, adegan seremonial, dan interaksi manusia/hewan. 

PROHABA.CO -  Dataran gersang Gurun Nazca di Peru menyimpan salah satu teka-teki arkeologi paling misterius di dunia.

para ilmuwan selama hampir dua ribu tahun.

Dari daratan, kawasan ini tampak biasa saja, namun bila dilihat dari atas, terlihat guratan-guratan besar membentuk gambar hewan, manusia, dan pola geometris raksasa.

Inilah yang dikenal sebagai Garis Nazca, karya peninggalan budaya Nazca yang berusia sekitar 2.000 tahun.

Tujuan asli dari geoglif ini masih menjadi misteri, tetapi teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai membantu mengungkap jawabannya.

Di hamparan gersang dataran tinggi selatan Peru, terbentang sebuah teka-teki purba yang membingungkan dunia selama hampir dua milenium (2.000 tahun). 

Dari permukaan tanah, kawasan ini tampak biasa saja, berupa tanah berwarna oker dan batuan berserakan.

Namun, pandangan dari udara mengungkap sesuatu yang luar biasa: guratan-guratan pucat yang membentuk gambar-gambar besar menyerupai buku gambar kuno yang terbuka lebar di tengah gurun.

Guratan ini dikenal sebagai Garis Nazca, kumpulan geoglif raksasa yang menggambarkan hewan, manusia, dan pola geometris.

Dibuat sekitar 2.000 tahun lalu oleh kebudayaan Nazca, fungsi asli dari gambar-gambar ini masih menjadi misteri hingga kini. 

Namun, berkat bantuan kecerdasan buatan (AI), satu bagian dari misteri ini mulai menemukan jawabannya.

Menyusuri jejak kuno Selama lebih dari dua dekade, Masato Sakai, peneliti dari Universitas Yamagata di Jepang, telah menelusuri Dataran Nazca "sebuah kawasan kering di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Ketika Mahasiswa Tanding Menulis dengan AI, Siapa yang Lebih Bagus? Hasilnya Mengejutkan

Kondisi lingkungan yang ekstrem dan terpencil telah menjaga gambar-gambar ini dari kerusakan akibat erosi dan pertanian.

Sakai mengklasifikasikan dua jenis utama dari geoglif Nazca: Garis besar (“linetype”), seperti gambar kolibri yang terkenal, membentang hingga ratusan meter.

Figur permukaan (“surface-type”), yang lebih kecil dan dibentuk dengan membersihkan batuan gelap untuk memperlihatkan pasir terang di bawahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved