Rabu, 13 Mei 2026

Tahukah Anda

AI Mampu Menyibak Pesan Misterius dari Gurun Peru

Di hamparan gersang dataran tinggi selatan Peru, terbentang sebuah teka-teki purba yang membingungkan dunia selama hampir dua milenium (2.000 tahun). 

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK. YAMAGATA UNIVERSITY
GARIS NAZCA - Garis Nazca di Peru yang bentuknya menyerupai manusia. Teknologi AI membantu pengungkapan misteri garis Nazca.Sembilan dari total 303 geoglif figuratif berjenis relief yang baru ditemukan dari survei yang dibantu AI. Gambar drone yang diambil selama survei lapangan mengonfirmasi keaslian geoglif tersebut. Skala batang adalah 5 m. Garis luar telah ditambahkan sebagai panduan bagi mata. Geoglif figuratif menggambarkan humanoid, kepala, hewan peliharaan (unta), paus pembunuh, burung, kucing, adegan seremonial, dan interaksi manusia/hewan. 

PROHABA.CO -  Dataran gersang Gurun Nazca di Peru menyimpan salah satu teka-teki arkeologi paling misterius di dunia.

para ilmuwan selama hampir dua ribu tahun.

Dari daratan, kawasan ini tampak biasa saja, namun bila dilihat dari atas, terlihat guratan-guratan besar membentuk gambar hewan, manusia, dan pola geometris raksasa.

Inilah yang dikenal sebagai Garis Nazca, karya peninggalan budaya Nazca yang berusia sekitar 2.000 tahun.

Tujuan asli dari geoglif ini masih menjadi misteri, tetapi teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai membantu mengungkap jawabannya.

Di hamparan gersang dataran tinggi selatan Peru, terbentang sebuah teka-teki purba yang membingungkan dunia selama hampir dua milenium (2.000 tahun). 

Dari permukaan tanah, kawasan ini tampak biasa saja, berupa tanah berwarna oker dan batuan berserakan.

Namun, pandangan dari udara mengungkap sesuatu yang luar biasa: guratan-guratan pucat yang membentuk gambar-gambar besar menyerupai buku gambar kuno yang terbuka lebar di tengah gurun.

Guratan ini dikenal sebagai Garis Nazca, kumpulan geoglif raksasa yang menggambarkan hewan, manusia, dan pola geometris.

Dibuat sekitar 2.000 tahun lalu oleh kebudayaan Nazca, fungsi asli dari gambar-gambar ini masih menjadi misteri hingga kini. 

Namun, berkat bantuan kecerdasan buatan (AI), satu bagian dari misteri ini mulai menemukan jawabannya.

Menyusuri jejak kuno Selama lebih dari dua dekade, Masato Sakai, peneliti dari Universitas Yamagata di Jepang, telah menelusuri Dataran Nazca "sebuah kawasan kering di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Ketika Mahasiswa Tanding Menulis dengan AI, Siapa yang Lebih Bagus? Hasilnya Mengejutkan

Kondisi lingkungan yang ekstrem dan terpencil telah menjaga gambar-gambar ini dari kerusakan akibat erosi dan pertanian.

Sakai mengklasifikasikan dua jenis utama dari geoglif Nazca: Garis besar (“linetype”), seperti gambar kolibri yang terkenal, membentang hingga ratusan meter.

Figur permukaan (“surface-type”), yang lebih kecil dan dibentuk dengan membersihkan batuan gelap untuk memperlihatkan pasir terang di bawahnya.

Sayangnya, banyak dari figur permukaan ini terlalu samar untuk ditangkap oleh foto udara atau satelit biasa.

Karena ukurannya yang kecil dan letaknya di jalur pejalan kaki kuno, banyak yang luput dari perhatian.

Saat AI turun tangan Pada tahun 2022–2023, tim Sakai bekerja sama dengan IBM Research untuk membawa metode baru ke medan penelitian, yakni kecerdasan buatan (AI).

Dengan melatih model AI menggunakan foto-foto geoglif yang sudah dikenal, sistem ini kemudian memindai gambar resolusi tinggi dari seluruh dataran Nazca.

Hasilnya mencengangkan: 303 gambar baru berhasil ditemukan hanya dalam enam bulan—nyaris menggandakan jumlah yang diketahui sejak awal abad ke-20. Total, kini ada 430 gambar, dengan 318 di antaranya ditemukan oleh Universitas Yamagata sejak 2004.

Prosesnya unik.

Alih-alih mengutak-atik gambar secara konvensional, AI justru membagi lanskap menjadi potongan-potongan kecil dan memberi skor kemungkinan adanya geoglif di setiap petak.

 “Dengan teknik pembelajaran transfer (transfer learning), kami bisa melatih AI dari model gambar sehari-hari lalu menyempurnakannya untuk mengenali pola-pola di gurun,” ungkap tim peneliti.

Banyak dari gambar yang baru ditemukan berada sangat dekat dengan jalur kuno, hanya sekitar 40 meter jauhnya. Beberapa menunjukkan kepala manusia, hewan ternak, bahkan potongan tubuh seperti torso.  

“Kepala manusia ini menggambarkan praktik pengorbanan untuk para dewa,” kata Sakai.

Yang menarik, benda-benda kecil ini kemungkinan lebih tua dari gambar garis besar yang selama ini menjadi ikon.

Baca juga: Ilmuan Cina Ciptakan AI yang Mampu Mengambil Keputusan Sendiri

Fokusnya pada kehidupan domestik, berbeda dengan hewan liar seperti monyet atau burung besar yang mendominasi gambar besar.

Penempatan figur-fi gur ini dekat jalur kuno memberi dugaan bahwa mereka digunakan sebagai alat ajar atau panduan spiritual selama perjalanan harian. 

Ritual dan mitos Geoglif garis besar biasanya menandai awal dan akhir dari rute ziarah.

Prosesi kuno diyakini berjalan menyusuri jalur ini, berhenti di titik-titik penting seperti gambar burung atau paus untuk melakukan ritual bersama.

“Waktu itu belum ada bahasa tulis. Masyarakat belajar tentang peran manusia dan hewan dari gambar-gambar ini dan menjadikannya tempat beribadah,” jelas Sakai. 

Dengan tidak adanya catatan tertulis, geoglif inilah yang menjadi media transmisi budaya dan spiritual masyarakat Nazca selama berabad-abad.

Lihat Era baru Keberhasilan AI membuka era baru dalam arkeologi. 

Pendekatan ini memungkinkan pemetaan tanpa merusak situs asli.

Dengan wilayah seluas lebih dari 500 kilometer persegi, survei manual akan memakan waktu bertahun-tahun. 

AI justru mampu mempercepat proses menjadi hitungan hari. Namun, ancaman tetap ada.

Pertambangan liar, pariwisata yang tidak terkontrol, dan pembangunan jalan modern terus menggerus keutuhan situs ini.

Dengan peta digital berbasis AI, kini pemerintah dan arkeolog punya alat untuk menentukan titik-titik yang perlu pagar pelindung, rambu, atau pengalihan jalur. 

Peta ini juga dapat dibagikan secara global, memungkinkan para ilmuwan menganalisis hubungan antara gambar-gambar tersebut dengan perubahan iklim, perdagangan, atau transformasi sosial selama 1.500 tahun lebih.

Pesan masa lalu Apa yang dulu dianggap hanya sebagai coretan misterius di gurun, kini terungkap sebagai sistem komunikasi visual kuno.

Kerja sama antara teknologi canggih dan kerja lapangan tradisional memberi kita jendela baru untuk memahami masa lalu. 

“Orang Nazca tidak meninggalkan tulisan, tapi mereka menorehkan kisah-kisah yang cukup besar untuk bertahan ribuan tahun,” tutup Sakai.

Kini, berkat “mata baru di langit” dan algoritma cerdas di bumi, kita mulai bisa membaca kisah-kisah itu dengan lebih utuh daripada sebelumnya. 

Baca juga: Fosil Reptil Purba Berukuran Dua Dus Ditemukan di Pantai Inggris, Mungkin Terbesar di Laut

Baca juga: Peneliti Temukan Hewan Purba yang Sempat Dikira Punah di Pegunungan Papua

Baca juga: Peneliti Temukan Nisan Aceh Satu-satunya di Maros, Sebuah Sejarah Baru Terkuak

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menguak Misteri Garis Nazca: Ketika AI Membaca Pesan dari Gurun Peru", 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved