Kamis, 16 April 2026

Psikologi

Hidup di Era Teknologi Tapi Mudah Depresi, Mengapa? Ini Alasannya

Hidup di era perkembangan teknologi tidak dapat menjamin kesehatan mental stabil, beberapa faktor yang menyebabkan Gen Z mudah mengalami depresi.

Penulis: Cut Bintu Jabbabirah | Editor: Jamaluddin

“Johann Hari ini menemukan fakta dan menulis dalam bukunya Lost Connections bahwa manusia modern ini hidup dari indoor menuju indoor melewati indoor.

Maksudnya, dia tinggal di rumah (indoor), dia keluar untuk ke kantor melalui mobilnya (indoor), masuk ke kantor indoor.

Ketika mereka mau liburan, transportasi indoor lagi, masuk ke mall membeli sesuatu yang ada di mall itu indoor lagi.

Jadi, salah satu lost connection yang dibahas sama Johann Hari adalah manusia sekarang ini kehilangan koneksi dengan alam.

Kita tidak lagi ke air terjun, kita tidak lagi main ke sungai, kita tidak lagi ke pantai, kita tidak lagi hiking ke gunung, dan sebagainya.

Kehilangan koneksi dengan alam dan kita sebagai homosapien yang jutaan tahun lalu bertahan di dunia atau di bumi tanpa indoor lalu sekarang hilang, itu juga salah satu faktor terjadinya depresi dan anxiety,” lanjutnya.

Back to nature merupakan salah satu hal yang penting, tapi masalahnya sekarang banyak orang yang mengakali itu dengan mendengarkan suara aliran sungai untuk meditasi dan sebagainya. 

“Alih-alih orang-orang kembali ke nature, dia mendegarkan instrument suara di pantai.

Ketika diteliti apa hubungannya alam dengan kesehatan mental, ternyata bersatu dengan alam, mendekatkan diri dengan alam itu meningkatkan hormon sterotonim secara alami, meningkatkan hormon edortim dan meningkatkan oksitosim.

Ketiga hormon ini dibutuhkan orang untuk merasa happy,” tambah Johann Hari.

Yang lebih kacau lagi adalah anak kecil zaman sekarang perkembangannya banyak bermasalah.

Secara pikologi, anak sekarang banyak bermasalah tentang tumbuhkembangnya.

Contohnya, tanpa merangkak tiba-tiba langsung duduk, dan tiba-tiba jalan.

Dia (anak-anak) menskip bagian merangkak dan nanti anak ini akan mengalami masalah dalam tumbuh kembangnya.

Anak kecil yang tidak jalan, yang selalu jalan dengan alas kaki ternyata itu bisa berhubungan dengan rahangnya dia, kekuatan dia untuk mengunyah.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved