Selasa, 12 Mei 2026

Tahukah Anda

Jika Manusia Punah, Spesies Ini Diprediksi Bakal Menjadi Penguasa Bumi?

Manusia dikenal sebagai spesies yang paling dominan makhluk yang sangat unik di muka Bumi, berkat kemampuannya menciptakan teknologi canggih

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
vecstock/freepik
Ilustrasi gurita - Ilustrasi Gurita disebut-sebut jadi spesies penguasa bumi saat manusia punah 

PROHABA.CO -  Tahukah anda populasi manusia pada 2024 telah mencapai 8 miliar. Meski diprediksi terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang, manusia tengah dihadapkan perubahan iklim yang kian memburuk.

Kepunahan massal setidaknya telah lima kali terjadi di planet Bumi berdasarkan catatan fosil. Salah satunya kepunahan dinosaurus yang terjadi sekitar 65 juta tahun lalu.

Manusia dikenal sebagai spesies yang paling dominan makhluk yang sangat unik di muka Bumi, berkat kemampuannya menciptakan teknologi canggih seperti pesawat terbang dan ponsel pintar, serta membangun struktur sosial yang kompleks. 

Namun, Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika manusia punah? Atau spesies apa yang mungkin muncul setelah kita? 

Apa yang akan terjadi jika kepunahan menimpa manusia?

Kita satu-satunya spesies yang diketahui mengenakan pakaian, memasak makanan, menciptakan ponsel pintar, hingga membuat pesawat terbang dan kecerdasan buatan (AI). 

Akan tetapi, bagaimana jika suatu hari nanti manusia punah? Apakah ada spesies lain yang bisa berkembang menjadi makhluk secerdas kita?

Jika umat manusia tiba-tiba menghilang dari Bumi, banyak perubahan besar akan terjadi.

“Kita cukup andal dalam membuat prediksi jangka pendek,” ujar Martha Reiskind, ahli ekologi molekuler dari North Carolina State University.

Misalnya, tanpa manusia, perubahan iklim akan tetap berlangsung dan mendorong banyak spesies beradaptasi terhadap kekeringan.

Spesies yang terbiasa dengan lingkungan dingin, seperti beruang kutub dan penguin, kemungkinan besar akan mengalami penurunan populasi.

Namun, dalam jangka panjang, proses evolusi bisa menciptakan kejutan.

Salah satunya adalah fenomena “konvergensi”, di mana spesies yang tidak berkerabat mengembangkan karakteristik yang mirip karena menempati ceruk lingkungan yang sama. 

Contoh klasiknya adalah bentuk tubuh ikan dan lumba-lumba: sama-sama ramping seperti torpedo, meskipun berasal dari garis keturunan berbeda.

Lumba-lumba adalah mamalia, bukan ikan, tetapi tubuh mereka berkembang sedemikian rupa agar efi sien di air. 

Baca juga: Menurut Studi, Hampir Seperempat Spesies Air Tawar di Dunia Terancam Punah

Perlu punya tangan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved