Rabu, 15 April 2026

Tahukah Anda

Ilmu di Balik Wangi Harum Mawar, Rahasia yang Terungkap Bunga Favorit Dunia 

“Mawar dengan nama apa pun tetap akan harum,” tulis William Shakespeare. Namun, kenyataannya, jika satu molekul kecil dalam bunga ini hilang, wangi

Editor: Muliadi Gani
FOTO: UNSPLASH/LUCAS GEORGE WENDT
ILUSTRASI tanaman bunga mawar. Kini suah terungkap rahasia zat pembentuk wangi mawar. 

PROHABA.CO -  Tahukah anda, Mawar merupakan tanaman hias yang paling banyak dibudidayakan di dunia, dan salah satu alasannya adalah karena wanginya yang sangat menyenangkan bagi manusia.

Mawar dikenal luas karena baunya, warnanya, dan bentuknya yang sangat harum.

“Mawar dengan nama apa pun tetap akan harum,” tulis William Shakespeare. Namun, kenyataannya, jika satu molekul kecil dalam bunga ini hilang, wangi yang kita kenal bisa saja ikut lenyap. 

Selama bertahun-tahun, para petani bunga telah membiakkan mawar dengan berbagai warna menarik, ketahanan terhadap hama, dan umur yang lebih panjang dalam vas.  

Sayangnya, semua perubahan itu datang dengan satu dampak besar: banyak mawar modern yang kehilangan wanginya.

Lalu, bagaimana cara mawar menghasilkan aroma yang khas itu? Dan, bisakah kita mengembalikannya? Jawabannya mulai terkuak dalam penelitian baru yang dipublikasikan di Jurnal PNAS oleh tim ilmuwan internasional.

Mereka menemukan enzim kunci bernama FPP synthase yang memainkan peranpenting dalam pembentukan aroma mawar. 

Senyawa geraniol

Wangi khas mawar ternyata berasal dari senyawa kimia bernama geraniol.

Untuk menghasilkan geraniol, mawar membutuhkan serangkaian reaksi kimia yang melibatkan beberapa enzim, termasuk FPP synthase dan NUDX1 hydrolase.

NUDX1 adalah enzim yang bekerja di bagian dalam sel tumbuhan yang disebut sitosol, tempat di mana sebagian besar aktivitas sel berlangsung.

Namun, untuk bisa bekerja dengan maksimal, NUDX1 butuh “bahan bakar” berupa molekul GPP (geranyl diphosphate).

Molekul inilah yang mengaktifkan enzim agar bisa memproduksi geraniol dalam jumlah besar.

Masalahnya, di banyak tumbuhan,

GPP ini biasanya berada di bagian lain dari sel, yaitu di plastid, organel yang biasanya dipakai untuk fotosintesis.

Sementara NUDX1 bekerja di sitosol. Jadi, pertanyaannya: bagaimana caranya mawar bisa mendapatkan GPP di tempat yang dibutuhkan? 

Baca juga: Ilmuan Cina Ciptakan AI yang Mampu Mengambil Keputusan Sendiri

Misteri ‘Old Blush’

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved