Berita Banda Aceh

BMKG Sebut 70 Persen Wilayah Aceh Masih Didera Kemarau, Warga Diminta Waspadai Kekeringan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda menyebutkan sebagian wilayah di Aceh sudah memasuki masa peralihan

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS/MUHAMMAD NAZAR
ILUSTRASI - Warga tepatnya di Gampong Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, sawah sudah mengalami kekeringan, Jumat (13/1/2023). Sejak sepekan beberapa areal sawah mengalami kekerigan sehingga membuat petani tidak bisa menanam.  

PROHABA.CO, BANDA ACEH -  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda menyebutkan sebagian wilayah di Aceh sudah memasuki masa peralihan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau.

BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda mencatat, meski beberapa wilayah di Aceh kini dilanda hujan dengan intensitas lebat, tetapi sebagian besar wilayah Aceh atau sekitar 70 persen masih didera musim kemarau. 

Untuk itu, warga diminta waspada terhadap potensi kebakaran hingga kekeringan.

Forecaster on Duty BMKG SIM, Fitriana Nur, menyebutkan bahwa sekitar 70 persen zona musim di Aceh masih berada pada musim kemarau.

Peningkatan curah hujan diperkirakan terjadi pada Agustus 2025.

“Saat ini sebagian besar wilayah Aceh masih berada pada musim kemarau, serta prakiraan curah hujan hingga Juli 2025 juga masih didominasi pada kategori rendah,” kata Fitri, Selasa (8/7/2025).

Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat agar waspada akan potensi kekeringan.

Baca juga: BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah pada 8-14 April 2025

Baca juga: Pemuda di Aceh Singkil Sebar Video Asusila Mantan Pacar di Medsos Karena Tak Terima Diputusin

Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat menghindari tindakan membakar sampah secara sembarangan.

“Juga hindari membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu karhutla,” jelasnya.

Meski potensi kemarau masih mendominasi wilayah Aceh, beberapa kabupaten/kota di Aceh juga berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan kilat/petir dan angin kencang adalah wilayah Aceh Singkil, Aceh Selatan, Subulussalam, dan Simeulue.

Sedangkan untuk wilayah Sabang, Banda Aceh dan Aceh Besar juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan-sedang yang dapat disertai dengan angin kencang.

Hal ini dikarenakan sedang aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Aceh.

“Hingga saat ini kondisi curah hujan masih terpantau aman.

Namun, apabila kondisi hujan masih terus berlangsung dalam durasi yang lama, maka dapat berpotensi untuk berstatus waspada banjir, karena berdasarkan analisis citra satelit dan radar, kondisi hujan tersebut lebih bersifat lokal,” tutupnya. (Serambinews/iw)

Baca juga: BMKG Prediksi Es Abadi di Puncak Jaya Papua Terancam Hilang pada 2026, Ini Penjelasannya

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Indonesia Hingga 20 Maret 2025

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved