Jumat, 24 April 2026

Tahukah Anda

Apa Perbedaan Racun dan Bisa di Dunia Satwa?

Meski terdengar mirip, istilah “racun” (poison) dan “bisa” (venom) sebenarnya tidak bisa dipertukarkan. Perbedaan utamanya terletak bukan pada zatnya

Editor: IKL
LIVE SCIENCE
HEWAN BERACUN - Katak biru Dendrobates tinctorius azureus, salah satu hewan beracun. 

Predator yang memakan katak ini biasanya tidak akan hidup cukup lama untuk mencoba yang kedua kalinya.

Menariknya, ada hewan nonberacun yang berevolusi menjadi tahan terhadap racun. Oposum, misalnya, diketahui memiliki ketahanan terhadap bisa ular. Tikus padang pasir (grasshopper mice) bahkan mendapatkan efek pereda nyeri dari sengatan kalajengking kulit kayu (bark scorpion).

Jika semua penjelasan diatas terasa kompleks, Anda tidak sendirian. Dalam beberapa bahasa, tidak ada perbedaan istilah antara “venom” dan “poison”. 

Dalam bahasa Spanyol misalnya, keduanya disebut “veneno”. Dalam bahasa Jerman, disebut “gift”. Namun, bagi dunia sains, memahami perbedaan ini sangat penting untuk mengklasifi kasi spesies, memahami mekanisme kerja toksin, hingga mengembangkan penawar racun yang efektif.

Kesimpulan Poisonous adalah racun yang aktif jika disentuh atau ditelan. Venomous adalah bisa yang aktif jika disuntikkan ke tubuh bangsa melalui gigitan atau sengatan.

Toxungenous adalah racun yang aktif jika disemprot atau dilemparkan ke sasaran. Jadi, lain kali saat menjumpai makhluk berbisa atau beracun, Anda mungkin bisa lebih akurat menyebut mereka dan tentu saja, tetap berhati-hati. (Kompas.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved