Kamis, 9 April 2026

Tahukah Anda

Temuan Terbaru: Tanaman Ternyata Bisa Bersuara, Berikut Penjelasannya

 Ilmuwan dari Tel Aviv University membuktikan bahwa tumbuhan bisa berinteraksi dengan hewan melalui suara ultrasonik

Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK
DENGAR SUARA TANAMAN - Ilustrasi kupu-kupu hinggap di atas bunga. tumbuhan bisa berinteraksi dengan hewan melalui suara ultrasonik, yang mengubah pandangan lama bahwa tumbuhan adalah makhluk diam, tidak bisa bicara, apalagi mendengar. hewan bisa mendengar suara tanaman. Demikian hasil riset terbaru. 

PROHABA.CO - Ilmuwan dari Tel Aviv University membuktikan bahwa tumbuhan bisa berinteraksi dengan hewan melalui suara ultrasonik, yang mengubah pandangan lama bahwa tumbuhan adalah makhluk diam, tidak bisa bicara, apalagi mendengar.

Suara ultrasonik yang dihasilkan oleh tanaman stres, seperti saat kekeringan, terbukti memengaruhi perilaku ngengat dalam memilih tempat bertelur.

Penemuan ini membuka babak baru dalam ilmu komunikasi antar spesies.

Untuk pertama kalinya, ilmuwan membuktikan bahwa tumbuhan dan hewan bisa berinteraksi lewat suara. 

Namun, penelitian terbaru membalikkan anggapan itu. 

Yang lebih mengejutkan, hewan seperti ngengat bisa mendengar suara-suara ini dan menggunakannya untuk membuat keputusan penting.

Tim ilmuwan dari Tel Aviv University dan hasilnya dipublikasikan di jurnal eLife. 

Mereka menemukan bahwangengat betina dari spesies Spodoptera littoralis memiliki kemampuan mendengar suara klik ultrasonik yang dihasilkan oleh tanaman stres.

Rentang pendengaran ngengat ini ada di frekuensi 20–60 kHz, dengan sensitivitas tertinggi di 38 kHz—tepat di titik di mana banyak suara tanaman jatuh.

Tanaman memang tidak punya mulut atau telinga, tapi mereka punya cara tersendiri untuk berkomunikasi.

Mereka mengirimkan sinyal kimia lewat akar, daun, bahkan udara untuk memperingatkan bahaya, meminta bantuan, atau berbagi sumber daya.

Baca juga: Ilmuan Temukan Ada Bakteri yang Tertarik pada Darah Manusia

Misalnya, ketika ulat memakan daun tanaman, beberapa spesies akan melepaskan senyawa volatil yang menyebar ke tanaman sekitar.

Tanaman tetangganya lalu bersiap dengan membentuk senyawa pahit atau memperkeras permukaan daun.

Di bawah tanah, jaringan jamur mikoriza—dijuluki “Wood Wide Web”--menghubungkan akar-akar tanaman, memungkinkan mereka bertukar nutrisi, mengirim sinyal stres, dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Yang mengejutkan, beberapa tanaman hanya mengirimkan sinyal stres jika kerabat dekatnya berada di sekitar, menunjukkan adanya pengenalan “keluarga”.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved