Kamis, 23 April 2026

Tahukah Anda

Temuan Terbaru: Tanaman Ternyata Bisa Bersuara, Berikut Penjelasannya

 Ilmuwan dari Tel Aviv University membuktikan bahwa tumbuhan bisa berinteraksi dengan hewan melalui suara ultrasonik

Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK
DENGAR SUARA TANAMAN - Ilustrasi kupu-kupu hinggap di atas bunga. tumbuhan bisa berinteraksi dengan hewan melalui suara ultrasonik, yang mengubah pandangan lama bahwa tumbuhan adalah makhluk diam, tidak bisa bicara, apalagi mendengar. hewan bisa mendengar suara tanaman. Demikian hasil riset terbaru. 

Bahkan ada tanaman yang bisa membedakan teman dan musuh berdasarkan aroma.

Para peneliti membuat serangkaian eksperimen untuk menguji hipotesis bahwa ngengat betina menggunakan suara dari tanaman sebagai sinyal memilih tempat bertelur.

Hasilnya? Menakjubkan. Dalam lingkungan tanpa tanaman, ngengat lebih suka bertelur di dekat pengeras suara yang memutar rekaman suara tanaman stres.

Namun, jika ngengat dibuat tuli, preferensi itu menghilang.

Ini menandakan bahwa suara memang menjadi faktor utama.

Akan tetapi, ketika diberikan pilihan antara dua tanaman sehat, di mana salah satunya diiringi suara stres, ngengat memilih tanaman yang diam.

Artinya, ngengat bisa menginterpretasikan suara sebagai tanda peringatan.

“Kami sudah membuktikan sebelumnya bahwa tanaman menghasilkan suara,” ujar Prof Yossi Yovel, salah satu penulis studi.

Baca juga: Ilmuan Ungkap Banyak Gunung Berapi Aktif Sebagian Besar Berada Ada di Bawah Laut

“Kami ingin tahu apakah ada hewan yang mendengar suara itu dan bereaksi, khususnya serangga yang banyak berinteraksi dengan tanaman.”

Dalam arena eksperimen yang lebih panjang, ngengat meletakkan lebih banyak telur di dekat pengeras suara atau sumber gula di tengah dan tidak ada telur yang diletakkan di sisi tanpa suara.

Ketika diamati, ngengat menghabiskan lebih banyak waktu di sisi yang memiliki suara tanaman stres.

Menariknya, suara perkawinan dari ngengat jantan yang berada di frekuensi serupa tidak memengaruhi keputusan ngengat betina untuk bertelur.

Ini membuktikan bahwa respons ngengat adalah khusus terhadap suara tanaman.

“Kami fokus pada ngengat betina karena mereka memilih tempat bertelur yang ideal, yakni tanaman sehat yang bisa memberikan nutrisi bagi larva,” jelas Prof Lilach Hadany, penulis lain studi ini.

“Jika tanaman menunjukkan tanda kekeringan, apakah ngengat akan menghindarinya?

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved