Khutbah Jumat
Akhlak Seorang Pemimpin
Pemimpin adalah individu yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi, membimbing, dan mengarah yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan bersama.
Kasih sayang akan melahirkan perhatian yang sempurna serta rela berkorban untuk menyejahterakan rakyat yang dipimpinnya.
Allah berfirman dalam QS Al-Fatah ayat 29 yang artinya: “Muhammad itu utusan Allah, sahabat-sahabnya itu amat keras dan tegas terhadap orang-orang kafir, namun lembut dan kasih sayang kepada sesama muslim,” Seorang pemimpin harus mampu memahami dan merasakan perasaan bawahan dan rakyatnya.
Empati membantu pemimpin untuk membangun hubungan yang kuat dengan yang dipimpinnya dan menciptakan lingkungan kerja yang suportif.
Seorang pemimpin bagaikan seorang ayah bagi rakyatnya.
Memimpin dengan penuh kasih sayang dan siap mengorban segalanya untuk membahagikan rakyatnya, bagaikan pengorbanan seorang ayah demi kebahagian keluarganya.
Biarlah dirinya menderita asalkan anak dan keluraganya bahagia.
Saidina Umar bin Khatab berkeliling di tengah malam untuk mengetahui kondisi rakyatnya, tiba-tiba beliau mendapati seorang janda bersama anak yatim yang dtinggalkan sumainya karena mati syahid dalam sebuah peperangan.
Perempuan itu menyampaikan kepadanya bahwa mereka selama ini tidak pernah mendapat perhatian dan bantuan dari khalifah Umar.
Dan ia tidak tau kalau orang yang sedang berbicara dengannya itu adalah Saidi Umar.
Lalu beliau pulang mengambil sekarung gandum dan dipikulnya sendiri untuk diantarkan kerumah janda tersebut.
Begitulah tanggung jawabnya, tidak duduk menunggu berita dari bawahannya.
Rasulullah bersabda yang artinya: “Sitiap kamu adalah pemimpin dan akan ditanyakan kepemimpinanmu, Raja itu pemimpin dan akan ditanyakan kepemimpinannya, seorang lelaki pemimpin bagi keluarganya dan akan ditanyakan kepemimpinannya, perempuan pemimpin didalam rumah suaminya (disaat suami tidak ada di rumah) dan akan ditanyakan kepemimpinannya, pembantu pimpinan terhadap harta atasannya dan akan ditanyakan kepemimpinannya.
Kata perawi hadis, sepertinya Rasul berkata lagi: lelaki itu pemimpin terhadap harta orang tuanya dan akan ditanyakan kepemimpinannya,setiap kamu pemimpin dan akan ditanyakan kepemimpinanmu (Sahih Bukhari) Apabila seorang pemimpin sudah melaksankan amanahnya dan menghukum dangan adil maka wajib bagi rakyat yang dipimpinnya taat dan patuh segala perintahnya.
Allah berfirman dalam QS Al-Nisa’ ayat 59 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad) dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.”
Saidina Ali ra berkata: Kewajiban atas seorang pemimpin menghukum dengan Al-Quran dan menunaikan amanah.
| Ibadah Haji dan Regulasi Emosi: Jalan Islam Tenangkan Jiwa Manusia |
|
|---|
| Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Abana Rahmat Fajri : Jangan Lupa Memikirkan Cara Pulang yang Terbaik |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Abi Yusuf Ahmad : Berburu Pahala di Bulan yang Penuh Berkah |
|
|---|
| Menegakkan Nilai Al-Quran di Tanah Para Syuhada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-Fatwa-Majelis-Permusyawaratan-Ulama-MPU-Aceh-Tgk-H-Bustami-MD.jpg)