Minggu, 12 April 2026

Tahukah Anda

Di Balik Mitos Atlantis, Mengungkap Misteri Kota yang Hilang

Lebih dari dua milenium, kisah tentang sebuah peradaban maju yang hilang di dasar samudra terus memikat imajinasi umat manusia.

Editor: Muliadi Gani
Foto : Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi atlantik yang hilang. Beberapa ahli berpendapat bahwa Indonesia adalah bagian dari Benua Atlantis yang hilang. 

PROHABA.CO -  Lebih dari dua milenium, kisah tentang sebuah peradaban maju yang hilang di dasar samudra terus memikat imajinasi umat manusia.

Kota itu bernama Atlantis, digambarkan oleh filsuf Yunani kuno Plato sebagai sebuah bangsa pulau yang makmur, damai, dan dilindungi oleh dewa laut Poseidon.

Dalam dialog filosofis Timaeus dan Critias, Plato menyebut bahwa Atlantis sebagai kejaraan yang didirikan oleh makhluk setengah dewa dan setengah manusia. 

Peradaban ini memiliki kekuatan laut besar, kehidupan adil, dan kekayaan alam melimpah.

Atlantis disebut berlokasi di Samudra Atlantik, dekat wilayah yang kini dikenal sebagai Selat Gibraltar.

Kota ini dibangun dengan struktur unik: pulau-pulau melingkar yang dipisahkan oleh parit dan dihubungkan kanal menuju pusat ibu kota, tempat berdirinya istana untuk Cleito, istri manusia Poseidon.

Atlantis juga dikenal sebagai tanah emas, perak, dan logam berharga yang dihuni satwa langka eksotis.

Namun, semua keagungan itu tak bertahan lama.

Para ilmuwan sepakat bahwa tidak ada bukti arkeologis kuat yang menunjukkan bahwa Atlantis pernah benar-benar ada.

Bahkan, Robert Ballard, penjelajah laut ternama yang menemukan bangkai kapal Titanic pada tahun 1985 silam, mengatakan bahwa tak ada peraih Nobel yang menganggap kisah Plato tentang Atlantis sebagai fakta. 

Baca juga: Atlantis yang Hilang adalah Indonesia?

Namun, ia juga menyebut bahwa cerita ini tetap masuk akal karena dalam sejarah, bencana alam besar seperti letusan gunung dan banjir dahsyat memang pernah terjadi.

Salah satu contoh nyata adalah letusan dahsyat gunung berapi sekitar 3.600 tahun lalu di Pulau Santorini, Laut Aegea, yang turut melenyapkan peradaban Minoa, salah satu peradaban paling maju di zamannya.

Meskipun ada kemiripan, Ballard tidak meyakini bahwa Santorini adalah Atlantis.

Alasannya, waktu kehancuran peradaban Minoa tidak sesuai dengan klaim Plato bahwa Atlantis tenggelam sekitar 9.000 tahun sebelum zamannya (sekitar 11.000 tahun lalu dari sekarang).

Ilustrasi Atantis yang hilang. Pulau vulkanik yang lama tenggelam di lepas pantai
ILUSTRASI ATLANTIS - Ilustrasi Atantis yang hilang. Pulau vulkanik yang lama tenggelam di lepas pantai Kepulauan Canaria bisa jadi merupakan asal-usul Atlantis. 

Lokasi Atlantis tetap menjadi misteri yang memicu beragam spekulasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved