Selasa, 28 April 2026

Tahukah Anda

Benarkah Stres Bisa Sebabkan Kebotakan, Ini Penjelasan Medisnya

Stres tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memicu gangguan fisik, termasuk kerontokan rambut yang parah

Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK/docent
ILUSTRASI KEBOTAKAN - Ilustrasi kebotakan. Benarkah stres bisa menyebabkan kebotakan? Berikut penjelasannya. 

Penanganan ‘alopecia areata’ dapat dilakukan dari dua sisi: medis dan psikologis.

Secara medis, dokter kulit biasanya memberikan kortikosteroid (suntikan, oles, atau oral); obat perangsang pertumbuhan rambut; dan imunomodulator JAK inhibitor untuk menyeimbangkan protein dalam tubuh.

Secara psikologis, pengelolaan stres menjadi kunci utama.

Beberapa cara yang dianjurkan, antara lain: menjalani gaya hidup sehat; rutin berolahraga; relaksasi, yoga, atau meditasi; dan konsultasi dengan psikolog atau psikiater jika diperlukan.

“Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga fisik. 

Dari sisi psikologis, pengelolaan stres menjadi langkah kunci.

Gaya hidup sehat, olahraga rutin, teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi, serta konsultasi ke profesional kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari terapi.

“Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga fisik. Jika mengalami stres berat atau gejala kebotakan yang tidak biasa, segera cari bantuan profesional,” pungkas dr Riati.(*)

Baca juga: Kabar Baik, Peneliti Temukan Gula Alami untuk Atasi Rambut Rontok

Baca juga: Sering Mengalami Kerontokan Rambut yang berlebihan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Stres Bisa Sebabkan Kebotakan? Begini Penjelasan Ahli", 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved