Konflik Amerika vs Iran
Dampak Perang Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS
Harga minyak dunia pada Minggu (8/3/2026) menembus angka 100 dolar AS per barel untuk pertama kali sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina
Ringkasan Berita:
- Harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak 2022 akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.
- Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, terutama di jalur strategis Selat Hormuz.
- Lonjakan harga minyak berdampak pada pasar keuangan dan harga bensin, serta berpotensi memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
PROHABA.CO - Harga minyak dunia pada Minggu (8/3/2026) menembus angka 100 dolar AS per barel untuk pertama kali sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022.
Lonjakan ini dipicu konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran yang bermula dari serangan gabungan pada 28 Februari 2026.
Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak 2022, ketika invasi Rusia ke Ukraina memicu lonjakan harga energi global.
Lonjakan terbaru dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, sehingga pasar mulai khawatir pasokan energi global akan terganggu.
Harga minyak mentah Amerika Serikat (West Texas Intermediate/WTI) melonjak sekitar 18 persen, mencapai 108 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah Brent, sebagai patokan global, naik sekitar 16 persen mendekati angka 108 dolar AS per barel.
Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Aceh Aman, Kapal Tanker Jutaan Liter Segera Tiba di Krueng Raya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi lonjakan harga ini melalui unggahan di media sosial Truth Social.
Ia menekankan bahwa kenaikan harga energi merupakan dampak yang relatif kecil dibandingkan dengan tujuan menjaga keamanan global.
Trump juga menegaskan bahwa langkah militer terhadap Iran dimaksudkan untuk mencegah negara tersebut mengembangkan senjata nuklir.
Menurutnya, stabilitas jangka panjang di Timur Tengah akan berdampak positif terhadap keamanan global sekaligus pasar energi.
Lonjakan harga minyak terjadi karena kekhawatiran pasar terhadap gangguan jalur perdagangan energi, khususnya di Selat Hormuz.
Jalur laut strategis ini merupakan rute utama sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Iran sebelumnya mengancam akan menyerang kapal tanker minyak yang melintas di selat tersebut jika konflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya meningkat.
Ancaman ini memicu ketegangan pasar global, dan para analis memperingatkan harga minyak bisa melonjak lebih tinggi jika konflik terus meluas atau jalur perdagangan terganggu.
Baca juga: Istri Muda Tega Bunuh Suami di Tangerang, Berawal Cekcok soal Pakaian dan Rencana Nikah Lagi
Beberapa perkiraan bahkan menyebut harga minyak berpotensi mencapai 150 dolar AS per barel dalam skenario terburuk.
Kenaikan harga energi mulai memengaruhi pasar keuangan global.
Beberapa indeks saham di Amerika Serikat turun tajam karena investor khawatir harga bahan bakar tinggi dapat memicu inflasi baru dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Harga bensin di AS juga meningkat, dengan rata-rata harga per galon naik sekitar 16 persen dalam sepekan menjadi 3,45 dolar AS per galon.
Kondisi ini berpotensi menjadi tantangan politik bagi pemerintahan Trump menjelang pemilihan paruh waktu legislatif November mendatang.
Pemerintah Amerika Serikat berupaya menenangkan pasar, menyatakan dampak konflik terhadap pasokan minyak bersifat sementara.
Berbagai langkah juga sedang dipertimbangkan untuk menjaga stabilitas energi global.
Para pengamat menilai perkembangan konflik di Timur Tengah dalam beberapa minggu ke depan akan menjadi faktor kunci yang menentukan arah harga minyak dunia, dengan kemungkinan periode volatilitas yang lebih tinggi jika ketegangan meningkat.
Baca juga: Israel Serang Depot Minyak Teheran, Iran Luncurkan Rudal Balasan ke Tel Aviv dan Yerusalem
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pasokan BBM dan LPG Aman, Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying
Baca juga: Mossad Gelar Operasi False Flag demi Seret Arab Saudi ke Dalam Konflik, Iran Bantah Serang Aramco
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Harga Minyak Dunia
Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS
Harga Minyak
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
Minyak Dunia
Prohaba.co
Iran
Israel
| Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Dibuka Selama AS Masih Blokade Laut |
|
|---|
| DonaldTrump Mendadak Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran |
|
|---|
| Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, IRGC Tuding AS Blokade Laut |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Buka Akses Selat Hormuz, Trump Ucap Terima Kasih |
|
|---|
| Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Donald Trump Hadapi Pilihan Sulit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-76.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.