Konflik Amerika vs Iran
FBI Peringatkan Potensi Serangan Drone Iran ke California
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memunculkan kekhawatiran keamanan, bahkan hingga ke wilayah domestik AS.
Ringkasan Berita:
- Peringatan FBI: Otoritas keamanan AS memperingatkan aparat di California soal potensi serangan drone Iran dari kapal di lepas pantai Pantai Barat.
- Kemampuan Drone Iran: Iran dikenal memiliki teknologi drone maju yang pernah digunakan dalam berbagai konflik, termasuk oleh Rusia di perang Ukraina.
- Respons Pemerintah: California meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi keamanan, sementara Presiden Trump menilai ancaman tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
PROHABA.CO - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memunculkan kekhawatiran keamanan, bahkan hingga ke wilayah domestik AS.
Otoritas keamanan federal dilaporkan telah memperingatkan aparat penegak hukum di California mengenai potensi serangan pesawat tanpa awak (drone) yang diduga dapat diluncurkan Iran dari kapal di lepas pantai Amerika.
Federal Bureau of Investigation (FBI) menyampaikan peringatan tersebut kepada sejumlah departemen kepolisian di California pada akhir Februari.
Berdasarkan informasi intelijen, Iran diduga menyiapkan skenario serangan menggunakan drone yang ditembakkan dari kapal tidak dikenal di perairan dekat Pantai Barat AS.
Target potensial disebut berada di wilayah California, meski detail lokasi maupun sasaran spesifik belum diungkapkan.
FBI menekankan bahwa laporan ini masih bersifat peringatan dini.
Meski belum ada informasi rinci mengenai waktu maupun metode serangan, aparat keamanan lokal diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman.
Baca juga: Iran Pilih Perang sampai Akhir dan Keluarkan Ancaman Terkait Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
Rekam Jejak Drone Iran
Iran dikenal memiliki kemampuan teknologi drone yang cukup maju dan telah menggunakan teknologi tersebut dalam berbagai konflik regional.
Drone buatan Iran dilaporkan pernah digunakan untuk menyerang berbagai target strategis, mulai dari kapal di perairan regional, pangkalan militer, hingga fasilitas diplomatik dan bandara.
Serangan-serangan tersebut menunjukkan bahwa drone dapat digunakan sebagai alat militer yang efektif untuk menjangkau target dari jarak jauh dengan biaya relatif lebih rendah dibandingkan sistem senjata konvensional.
Efektivitas drone sebagai senjata jarak jauh dengan biaya relatif rendah membuat teknologi ini menjadi perhatian dunia.
Bahkan, Rusia dilaporkan menggunakan drone Iran dalam konflik melawan Ukraina.
Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana drone dapat menyerang infrastruktur penting maupun posisi militer lawan secara berulang.
Situasi ini mendorong sejumlah negara, termasuk Ukraina, untuk berbagi pengalaman dan strategi menghadapi ancaman drone.
Hal tersebut menegaskan bahwa teknologi pesawat tanpa awak kini menjadi salah satu bentuk ancaman baru dalam dinamika konflik modern.
Karena itu, lembaga keamanan di AS diminta memperkuat sistem pengawasan, koordinasi, serta kesiapan menghadapi kemungkinan serangan.
Baca juga: Iran Luncurkan Serangan Rudal Berhulu Ledak 1 Ton, AS Klaim Hancurkan 16 Kapal di Selat Hormuz
Respons Pemerintah California
Menanggapi laporan FBI, kantor Gubernur California Gavin Newsom menyatakan bahwa pemerintah negara bagian secara rutin menerima pembaruan intelijen dari pemerintah federal.
Juru bicara gubernur, Diana Crofts-Pelayo, menjelaskan bahwa California telah meningkatkan kesiapan keamanan sejak konflik di Timur Tengah memanas.
Langkah yang ditempuh meliputi peningkatan koordinasi antar lembaga keamanan, pemantauan wilayah pesisir, serta penguatan sistem respons darurat.
Pemerintah negara bagian juga bekerja sama dengan aparat lokal dan federal untuk memastikan perlindungan fasilitas strategis serta keselamatan masyarakat.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menanggapi isu ini dengan nada tenang.
Ketika ditanya wartawan mengenai kemungkinan Iran memperluas serangan balasan hingga ke wilayah Amerika, Trump menyatakan dirinya tidak terlalu khawatir.
Ia menilai ancaman tersebut bukan sesuatu yang perlu ditakuti.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran hampir dua minggu sebelumnya.
Serangan itu memicu eskalasi konflik di kawasan Teluk dan diikuti oleh berbagai serangan balasan dari Teheran.
Baca juga: Trump Murka, Spanyol Tolak Terlibat Dalam Perang Melawan Iran Meski Diancam Putus Hubungan Dagang
Baca juga: Warga Tel Aviv Hidup Dalam Gelap Usai Rudal Iran Hajar Pembangkit Listrik
Baca juga: Iran Kembali Luncurkan Rudal Balistik Besar-besaran ke Jantung Israel
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Konflik Amerika vs Iran
Iran
Amerika Serikat
FBI
Drone Iran
serangan
Rudal
California
Donald Trump
Perang
| Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Dibuka Selama AS Masih Blokade Laut |
|
|---|
| DonaldTrump Mendadak Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran |
|
|---|
| Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, IRGC Tuding AS Blokade Laut |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Buka Akses Selat Hormuz, Trump Ucap Terima Kasih |
|
|---|
| Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Donald Trump Hadapi Pilihan Sulit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Tangkap-layar-siaran-langsung-serangan-drone-dan-rudal-Iran-ke-wilayah-Israel.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.