Senin, 11 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

FBI Peringatkan Potensi Serangan Drone Iran ke California

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memunculkan kekhawatiran keamanan, bahkan hingga ke wilayah domestik AS.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Youtube @crux  
SERANGAN DRONE - Tangkap layar siaran langsung serangan drone dan rudal Iran ke wilayah Israel, Sabtu malam (14/6/2025) dalam perang 12 hari tahun lalu. Raungan sirine di dalam kota menggema seiring serangan tersebut. Dalam konflik terbaru di 2026, Iran kembali melancarkan gelombang besar serangan rudal ke Israel. FBI Peringatkan Potensi Serangan Drone Iran ke California. (Youtube @crux) 
Ringkasan Berita:
  • Peringatan FBI: Otoritas keamanan AS memperingatkan aparat di California soal potensi serangan drone Iran dari kapal di lepas pantai Pantai Barat.
  • Kemampuan Drone Iran: Iran dikenal memiliki teknologi drone maju yang pernah digunakan dalam berbagai konflik, termasuk oleh Rusia di perang Ukraina.
  • Respons Pemerintah: California meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi keamanan, sementara Presiden Trump menilai ancaman tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

 

PROHABA.CO - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memunculkan kekhawatiran keamanan, bahkan hingga ke wilayah domestik AS.

Otoritas keamanan federal dilaporkan telah memperingatkan aparat penegak hukum di California mengenai potensi serangan pesawat tanpa awak (drone) yang diduga dapat diluncurkan Iran dari kapal di lepas pantai Amerika.

Federal Bureau of Investigation (FBI) menyampaikan peringatan tersebut kepada sejumlah departemen kepolisian di California pada akhir Februari.

Berdasarkan informasi intelijen, Iran diduga menyiapkan skenario serangan menggunakan drone yang ditembakkan dari kapal tidak dikenal di perairan dekat Pantai Barat AS.

Target potensial disebut berada di wilayah California, meski detail lokasi maupun sasaran spesifik belum diungkapkan.

FBI menekankan bahwa laporan ini masih bersifat peringatan dini.

Meski belum ada informasi rinci mengenai waktu maupun metode serangan, aparat keamanan lokal diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman.

Baca juga: Iran Pilih Perang sampai Akhir dan Keluarkan Ancaman Terkait Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Rekam Jejak Drone Iran

Iran dikenal memiliki kemampuan teknologi drone yang cukup maju dan telah menggunakan teknologi tersebut dalam berbagai konflik regional.

Drone buatan Iran dilaporkan pernah digunakan untuk menyerang berbagai target strategis, mulai dari kapal di perairan regional, pangkalan militer, hingga fasilitas diplomatik dan bandara.

Serangan-serangan tersebut menunjukkan bahwa drone dapat digunakan sebagai alat militer yang efektif untuk menjangkau target dari jarak jauh dengan biaya relatif lebih rendah dibandingkan sistem senjata konvensional.

Efektivitas drone sebagai senjata jarak jauh dengan biaya relatif rendah membuat teknologi ini menjadi perhatian dunia.

Bahkan, Rusia dilaporkan menggunakan drone Iran dalam konflik melawan Ukraina.

Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana drone dapat menyerang infrastruktur penting maupun posisi militer lawan secara berulang.

Situasi ini mendorong sejumlah negara, termasuk Ukraina, untuk berbagi pengalaman dan strategi menghadapi ancaman drone.

Hal tersebut menegaskan bahwa teknologi pesawat tanpa awak kini menjadi salah satu bentuk ancaman baru dalam dinamika konflik modern.

Karena itu, lembaga keamanan di AS diminta memperkuat sistem pengawasan, koordinasi, serta kesiapan menghadapi kemungkinan serangan.

Baca juga: Iran Luncurkan Serangan Rudal Berhulu Ledak 1 Ton, AS Klaim Hancurkan 16 Kapal di Selat Hormuz

Respons Pemerintah California

Menanggapi laporan FBI, kantor Gubernur California Gavin Newsom menyatakan bahwa pemerintah negara bagian secara rutin menerima pembaruan intelijen dari pemerintah federal.

Juru bicara gubernur, Diana Crofts-Pelayo, menjelaskan bahwa California telah meningkatkan kesiapan keamanan sejak konflik di Timur Tengah memanas.

Langkah yang ditempuh meliputi peningkatan koordinasi antar lembaga keamanan, pemantauan wilayah pesisir, serta penguatan sistem respons darurat.

Pemerintah negara bagian juga bekerja sama dengan aparat lokal dan federal untuk memastikan perlindungan fasilitas strategis serta keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menanggapi isu ini dengan nada tenang.

Ketika ditanya wartawan mengenai kemungkinan Iran memperluas serangan balasan hingga ke wilayah Amerika, Trump menyatakan dirinya tidak terlalu khawatir.

Ia menilai ancaman tersebut bukan sesuatu yang perlu ditakuti.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran hampir dua minggu sebelumnya.

Serangan itu memicu eskalasi konflik di kawasan Teluk dan diikuti oleh berbagai serangan balasan dari Teheran.

Baca juga: Trump Murka, Spanyol Tolak Terlibat Dalam Perang Melawan Iran Meski Diancam Putus Hubungan Dagang

Baca juga: Warga Tel Aviv Hidup Dalam Gelap Usai Rudal Iran Hajar Pembangkit Listrik

Baca juga: Iran Kembali Luncurkan Rudal Balistik Besar-besaran ke Jantung Israel

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved