Rabu, 22 April 2026

Berita Pidie

Pemateri Malaysia dan Thailand Tampil di Seminar Uroe Lahe Pidie

Dalam rangka memperingati 514 tahun Uroe Lahe Pidie atau Pedir Darul Amni, Pemerintah Kabupaten Pidie menggelar Seminar Internasional

Editor: Muliadi Gani
ISTIMEWA
SEMINAR - Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, bersalaman dengan pemateri dari Malaysia, disela-sela membuka Seminar Internasional urou lahe Pidie di Gedung PCC Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Rabu (17/9/2025). 

Seminar yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, itu turut dihadiri oleh unsur Forkopimda setempat, yang tampil dengan mengenakan pakaian adat Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya lokal.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

PROHABA.CO, PIDIE - Dalam rangka memperingati 514 tahun Uroe Lahe Pidie atau Pedir Darul Amni, Pemerintah Kabupaten Pidie menggelar Seminar Internasional bertajuk “Pidie Dalam Manuskrip Dari Masa ke Masa”.

Kegiatan ini berlangsung di Pidie Convention Center (PCC), Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Rabu (17/9/2025).

Acara ini menghadirkan tujuh pemateri terkemuka dari dalam dan luar negeri, di antaranya dari Malaysia, Thailand, Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan UIN Sultanah Nahrisyah Lhokseumawe.

Para pemateri yang hadir yakni:

Prof. Dr. Husaini Ibrahim, MA, Guru Besar dan Arkeolog dari USK Banda Aceh

Prof. Dato’ Sri Dr. Abdul Rahman Abdul Samad, Lc MA dari Pattani, Thailand

Masykur Safruddin, SHUM, Kolektor Pedir Museum, Banda Aceh

Baiquni Hasbi, MA PhD, Dosen UIN Sultanah Nahrisyah Lhokseumawe

Marwansyah Ismail, Lc MA dari Pulau Penang, Malaysia

Hermansyah, MTH MA MHUM, Filolog UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Seminar yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, itu turut dihadiri oleh unsur Forkopimda setempat, yang tampil dengan mengenakan pakaian adat Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya lokal.

Baca juga: Ratusan Warga Abdya Dicoret dari Penerima Bantuan, Terdeteksi Main Judol

Dalam sambutannya, Alzaizi menekankan pentingnya momentum Uroe Lahe sebagai refleksi terhadap peradaban maju yang pernah dimiliki Pidie pada masa Kerajaan Pedir.

“Pidie telah memiliki struktur peradaban modern di zamannya, dengan sistem kerajaan, pelabuhan, pasar, bahkan tempat penukaran uang yang tercatat dalam manuskrip Verthema tahun 1505,” ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat lebih dari 500 titik penukaran uang dan empat pelabuhan utama Kuala Batee, Kuala Pidie, Kuala Gigieng, dan Kuala Ie Leubeu  yang menjadi saksi sejarah kejayaan perdagangan maritim Kerajaan Pedir.

Seminar ini menjadi forum ilmiah penting dalam merekonstruksi sejarah Pidie melalui naskah-naskah kuno yang dikaji oleh para ahli.

Dengan menghadirkan sekitar 300 peserta, kegiatan ini juga bertujuan menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda Pidie.

“Melalui seminar ini, kita ingin meneguhkan kembalisemangat kebersamaan dan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan sejarah yang sangat berharga,” lanjut Alzaizi.

Ia berharap, seminar ini dapat memperluas pengakuan terhadap Pidie sebagai daerah yang memiliki warisan sejarah dan budaya besar, sekaligus menginspirasi pembangunan peradaban berbasis nilai-nilai lokal, dan terus menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan kebudayaan dan peradaban bangsa. (*)

Baca juga: Muhammad Nur Wakili Aceh di Seminar Internasional JISDA Thailand Selatan

Baca juga: Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry dan UniSZA Malaysia Gelar Seminar Internasional dan Teken MoA

Baca juga: Jaksa Tahan Kepala dan Sekretaris Inspektorat Aceh Besar, Ini Kasusnya

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Pemateri Malaysia, Thailand, USK Hingga UIN Tampil di Seminar Internasional Uroe Lahe Pidie, 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved