Hari Palang Merah Indonesia
Miris! Ada 1.974 Kasus HIV di Aceh, YADUA Serukan Penerima Transfusi Darah Rutin agar Waspada
Data kumulatif kasus HIV di Aceh sejak 2004 hingga Juli 2025 mencapai 1.974 kasus. Angka yang cukup signifikan untuk skala Tanah Rencong
Data kumulatif kasus HIV di Aceh sejak 2004 hingga Juli 2025 mencapai 1.974 kasus. Angka yang cukup signifikan untuk skala Tanah Rencong
PROHABA.CO, BANDA ACEH - Yayasan Darah untuk Aceh (YADUA) menyerukan kewaspadaan tinggi terhadap risiko HIV dan infeksi menular lainnya, terutama bagi pasien yang menerima transfusi darah secara rutin, khususnya penyandang talasemia.
Hal tersebut diungkapkan Pendiri YADUA, Nurjannah Husien dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80.
Dikatakan, pada Hari PMI itu diharapkan, bukan sebatas momentum menghargai peran Palang Merah dalam menyelamatkan nyawa, tetapi, juga kesempatan untuk menegaskan bahwa keamanan darah adalah hak setiap pasien dan tanggung jawab bersama.
Nurjannah menerangkan talasemia merupakan penyakit genetik yang mengharuskan pasien menerima transfusi darah seumur hidup.
Ratusan pasien talasemia di Aceh sangat bergantung pada transfusi darah di rumah sakit setiap bulan.
Sehingga, mereka sangat rentan apabila darah yang diterima tidak aman, termasuk penulaan risiko HIV.
Baca juga: Ratusan Kasus HIV di Banda Aceh, ISAD Desak Rehabilitasi dan Edukasi Berbasis Islam
Baca juga: Kasus HIV di Aceh Timur Meningkat, Dua dari 14 Penderita Meninggal
Menurutnya, peningkatan angka HIV di Aceh juga diperkuat dengan data terbaru yang disampaikan Dinas Kesehatan Aceh.
Menurut keterangan pejabat Dinkes Aceh, dr Iman Murahman, yang dikutip oleh Nurjannah, data kumulatif kasus HIV di Aceh sejak 2004 hingga Juli 2025 mencapai 1.974 kasus.
Angka yang cukup signifikan untuk skala Tanah Rencong, terangnya.
Angka kasus HIV itu menjadi peringatan serius, lanjut Nurjannah, karena kelompok yang menerima transfusi rutin berpotensi lebih rentan apabila sistem keamanan darah tidak diperkuat.
Fakta ini menegaskan bahwa penguatan kualitas donor dan skrining darah sangat mendesak untuk melindungi pasien talasemia maupun penerima transfusi lainnya.
Keprihatinan kasus HIV pada remaja
Selain risiko transfusi, YADUA juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya kasus HIV di kalangan remaja di Aceh.
Data resmi Dinas Kesehatan Aceh mencatat, sebagaimana dilansir laman resmi Dinas Kesehatan Aceh, sejak awal 2025 telah ada sekitar 32 kasus baru HIV di usia 11–20 tahun.
Lalu, secara kumulatif dari 2004 hingga 2025 tercatat 132 kasus HIV dalam kelompok usia tersebut.
Fakta tersebut sangat mengkhawatirkan, sebab remaja adalah generasi penerus yang seharusnya dilindungi dari ancaman penyakit menular.
Baca juga: 187 Kasus Pengidap HIV/AIDS Tercatat di Aceh Utara, Satu Bayi Tertular dari Orangtua
“Angka ini menunjukkan bahwa remaja kita sedang berada pada titik rentan yang sangat besar,” ujar Ketua YADUA tersebut.
“Kita tidak bisa lagi menunda edukasi dan aksi nyata, sebab setiap remaja yang terinfeksi adalah peringatan bahwa sistem kesehatan kita harus lebih tanggap, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan kelompok muda.”
Angka tersebut menegaskan bahwa HIV bukan lagi isu kecil, melainkan masalah kesehatan masyarakat yang serius.
Bahkan tegas Nurjannah, membutuhkan aksi bersama, termasuk penguatan layanan transfusi darah aman untuk kelompok rentan seperti talasemia.
Seruan kepada Pemangku Kepentingan
1. Dinas Kesehatan Aceh
– Segera melaksanakan skrining HIV rutin bagi pasien talasemia, penerima transfusi, dan remaja berisiko tinggi.
2. PMI Aceh
– Melakukan konsolidasi internal dan memastikan seluruh unit donor darah menjaga standar pemeriksaan tertinggi.
3. Masyarakat
– Bagi yang merasa berisiko, diimbau segera melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas terdekat untuk melindungi diri dan orang lain.
Momentum Hari Palang Merah 2025 – “#TebarkanKebaikan”
Tema Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80 tahun 2025 adalah “#TebarkanKebaikan”.
Melalui tema ini, PMI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkan semangat kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan melalui tindakan nyata, sekecil apa pun, demi terciptanya kehidupan yang lebih damai, sehat, dan berdaya.
Bagi YADUA, tema ini sejalan erat dengan perjuangan pasien talasemia dan penerima transfusi darah.
Setiap tetes darah yang aman adalah wujud kebaikan yang sesungguhnya—kebaikan yang menyelamatkan nyawa.
Setiap langkah sederhana, mulai dari menjadi donor sehat, melakukan skrining kesehatan, hingga menyebarkan pengetahuan tentang pentingnya transfusi aman, merupakan kontribusi besar dalam menjaga kehidupan dan martabat pasien.
Apresiasi Pendiri YADUA
Pada kesempatan itu Nurjannah Husien juga mengungkapkan apresiasinya kepada PMI KOta Banda Aceh.
“Kami sangat mengapresiasi PMI Kota Banda Aceh yang sudah meningkatkan standar skrining darah demi melindungi penerima transfusi dari beberapa penyakit infeksi melalui darah.
Inilah contoh nyata dari semangat #TebarkanKebaikan. Kami mengajak seluruh masyarakat Aceh, khususnya generasi muda, untuk ikut menjadi donor sehat, menjaga solidaritas, dan memastikan setiap tetes darah yang diberikan benar-benar menyelamatkan nyawa.”
YADUA juga menegaskan kembali bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, PMI, rumah sakit, universitas, ulama, komunitas, dan masyarakat sipil sangat penting untuk melindungi pasien talasemia dan penerima transfusi darah lainnya.
Darah aman adalah hak pasien dan tanggung jawab semua pihak.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, YADUA terus mendorong inisiatif inovatif seperti #10for1Thalassemia dan kampanye edukasi “Beware of thalassemia before you ‘ping’ someone” untuk meningkatkan donor sehat, mencegah penularan HIV, serta mencegah lahirnya generasi baru dengan talasemia mayor.
"Dengan semangat Hari Palang Merah dan tema “#TebarkanKebaikan”, mari bersama-sama menumbuhkan solidaritas, memperkuat kemanusiaan, dan memastikan setiap pasien yang membutuhkan transfusi darah mendapatkan darah yang aman, sehat, dan penuh tanggung jawab," demikian Nurjannah Husien(*)
Kasus HIV di Aceh
YADUA
Yayasan Darah untuk Aceh
talasemia
transfusi darah
dr Iman Murahman
Nurjannah Husien
Dinkes Aceh
| Jemaah Haji Indonesia Ditangkap di Madinah karena Merekam Perempuan Arab Tanpa Izin |
|
|---|
| Pergub JKA Dicabut, Gubernur Mualem Nyatakan Rakyat Aceh Sudah Bisa Berobat Seperti Biasa |
|
|---|
| Pelaku Penembakan Polisi di Lampung Tewas Diterjang Timah Panas |
|
|---|
| Anggota DPRD Fakfak Digerebek Berduaan dengan Istri Polisi di Sebuah Kontrakan |
|
|---|
| KKJ Aceh Kutuk Tindakan Represif Aparat Terhadap Tiga Jurnalis Saat Meliput Demo Pergub JKA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-transfusi-darah.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.