Khutbah Jumat
Pengaruh Takwa terhadap Kehidupan Muslim
pengaruh takwa dalam kehidupan muslim dan apa saja pengaruh takwa bagi muslim dalam kehidupan di dunia ini.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah memerintahkan agar orang-orang beriman untuk bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benar takwa.
Ketakwaan yang benar adalah kondisi kesadaran dan takut kepada Allah yang dapat mendorong seseorang untuk menjalankan semua perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, mengamalkan Al-Qur’an dan hadis, serta memiliki sikap rida terhadap ketetapan-Nya dan beramal sesuai tuntunan syariah, merasa cukup dengan pemberian Allah, dan mempersiapkan diri menghadapi kematian.
Kembali kepada permasalahan pokok yang kita sampaikan tadi bahwa takwa tersebut sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan seorang muslim, antara lain:
Pertama, Allah Swt akan memberi jalan keluar dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh setiap orang yang bertakwa.
Hal ini sudah dijelaskan dalam firman-Nya, QS. AtThalaq ayat 2 yang artinya, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberi rezeki kepadanya dari arah yang tidak dia sangka-sangka.
Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya.
Sesungguhnya Allah telah menciptakan ketentuan bagi segala sesuatu.”
Ayat di atas menunjukkan kepada kita beberapa pengaruh takwa bagi manusia, yaitu Allah akan memberikan kemudahan atau jalan keluar bagi orang yang bertakwa.
Artinya, seorang yang bertakwa (muttaqi) tidak akan merasakan kehidupan yang sempit, sesuai janji Allah dalam ayat tersebut Allah akan memberikan kemudahan atau jalan keluar bagi mereka yang bertakwa.
Kedua, Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Perlu diketahui bahwa rezeki yang dimaksud bukan hanya rezeki yang bersifat materi seperti harta atau makanan, dll.
Baca juga: Akhlak Seorang Pemimpin
Akan tetapi, Allah juga memberikan rezeki yang bersifat maknawi bagi orang-orang yang bertakwa.
Jadi, yang dimaksud rezeki dalam ayat tersebut mutlak, yakni baik itu rezeki yang bersifat materi ataupun rezeki yang bersifat maknawi.
Hal tersebut didukung dengan ayat Al-Qur’an bahwa Allah berfirman yang artinya: Bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu, dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 282) Ayat di atas menerangkan bahwa Allah memberikan rezeki maknawi kepada sesiapa yang bertakwa, yaitu ilmu.
| Ibadah Haji dan Regulasi Emosi: Jalan Islam Tenangkan Jiwa Manusia |
|
|---|
| Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Abana Rahmat Fajri : Jangan Lupa Memikirkan Cara Pulang yang Terbaik |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Abi Yusuf Ahmad : Berburu Pahala di Bulan yang Penuh Berkah |
|
|---|
| Menegakkan Nilai Al-Quran di Tanah Para Syuhada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/TgkH-Muhibuthibri-SAg-11.jpg)