Kamis, 9 April 2026

Haba PT MPG Nagan Raya

PLTU 3-4 Nagan Raya Terus Pasok Listrik Aceh-Sumut, Peran Tim WTP Jadi Kunci Keandalan Operasi

seluruh proses pengolahan air ini tetap ramah lingkungan karena sistemnya menggunakan metode sirkulasi ulang

|
Editor: Misran Asri
Foto RA Karamullah
MEMERIKSA SAMPEL AIR - Petugas WTP memeriksa sampel air di laboratorium sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap kualitas dan keandalan proses pengolahan air. Senin (24/11/2025). 

Seluruh proses pengolahan air ini tetap ramah lingkungan karena sistemnya menggunakan metode sirkulasi ulang

PROHABA.CO, SUKAMAKMUE - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 Nagan Raya yang dikelola PT Meulaboh Power Generation (MPG) terus menjadi penopang utama kebutuhan listrik di Aceh dan sebagian Sumatera Utara. 

Operasional pembangkit ini tetap stabil berkat dukungan teknologi modern dan kerja teknis para pekerja Water Treatment Plant (WTP) yang memastikan kualitas air dan uap selalu berada pada standar ideal. 

Sebagai bagian dari China Datang Corporation salah satu dari lima perusahaan pembangkit listrik terbesar di Tiongkok PT MPG mengoperasikan PLTU 3-4 dengan fokus pada keandalan suplai daya dan keselamatan operasional. 

Investasi asing ini telah memberikan kontribusi besar bagi sistem kelistrikan Aceh, terutama dalam menopang kebutuhan daya industri dan rumah tangga.

Dalam kesehariannya, tim WTP dan laboratorium air, minyak berperan penting memastikan seluruh proses pengolahan air berjalan baik, mulai dari penyaringan awal, desalinasi, hingga demineralisasi. 

Air laut yang menjadi sumber utama akan diproses melalui reverse osmosis dan resin penukar ion agar menghasilkan air demineral berkualitas tinggi sebagai air umpan boiler.

Engineer WTP M Taufik Zulhairi Samosir menjelaskan bahwa seluruh tahapan pengecekan ini sangat krusial. 

Baca juga: PT MPG Tingkatkan Kompetensi SDM melalui Pelatihan di PLTU Kalteng-1

Baca juga: PT MPG Perketat Keselamatan Kerja, Gelar Pelatihan Ulang SOP dan PTW

“Kami di sini memastikan kualitas water and steam selalu terjaga. Mulai dari condenser pulsing, water sampling, saturated water, superheated sampai reheated, semua dicek secara rutin. Begitu juga CCCW, semuanya harus dalam batas standar,” ujarnya.

KALIBRASI PERALATAN
KALIBRASI PERALATAN - Silva Khairunnisa, Leader Tim WTP, melakukan kalibrasi peralatan spektrofotometri untuk analisis fosfat, besi, silika, dan hidrazin pada sistem pengambilan sampel air dan uap, Senin (24/11/2025). Foto RA Karamullah

Selain air, kualitas minyak pada turbin dan peralatan mekanik juga dipantau ketat. 

Pemeriksaan dilakukan mingguan maupun triwulanan tergantung jenis oli yang digunakan. 

“Untuk turbin oil kami lakukan pengecekan tiap minggu. Sementara oil truffle kami cek setiap tiga bulan. Mulai dari kadar air, tegangan tembus, pembentukan busa sampai tingkat keasamannya, semua kami pastikan aman,” tambahnya.

Ia menyebutkan, beban kerja biasanya meningkat saat unit trip atau pada masa start-up unit. 

Pada saat-saat seperti itu, tim harus bergerak cepat melakukan pengecekan komprehensif pada sistem air, uap, hingga kualitas minyak pada main oil tank untuk mencegah gangguan lanjutan.

Baca juga: PT MPG Kirim Engineer ke Tiongkok untuk Pelatihan Operasi PLTU Berskala Global

Menurutnya, seluruh proses pengolahan air ini tetap ramah lingkungan karena sistemnya menggunakan metode sirkulasi ulang. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved