Kamis, 30 April 2026

Berita Aceh Timur

4 Gampong di Indra Makmu Aceh Timur Kembali Dikepung Banjir, Warga Trauma dan Siaga

Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Timur selama dua hari berturut-turut kembali memicu banjir di Kecamatan Indra Makmu, Rabu (17/12/2025). 

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/MAULIDI ALFATA
BANJIR - Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, kembali dikepung banjir akibat hujan deras, rumah warga mulai terendam sejak selasa kemarin hingga Rabu (17/12/2025). Empat gampong yang terdampak, yakni Gampong Pelita Sagob Jaya, Julok Rayeuk Utara, Jambo Leubok, dan Alue Ie Mirah. 

Ringkasan Berita:
  • Empat gampong di Kecamatan Indra Makmu terendam banjir akibat hujan deras selama dua hari, dengan ketinggian air sekitar 30 cm.
  • Warga masih trauma banjir bandang sebelumnya dan kini bersiap siaga, berkemas barang-barang untuk ditempatkan di lokasi lebih tinggi.
  • Belum ada pengungsian saat ini, namun masyarakat siap keluar dari permukiman jika debit air meningkat hingga setinggi lutut.

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR -  Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Timur selama dua hari berturut-turut kembali memicu banjir di Kecamatan Indra Makmu, Rabu (17/12/2025). 

Empat gampong yang terdampak, yakni Gampong Pelita Sagob Jaya, Julok Rayeuk Utara, Jambo Leubok, dan Alue Ie Mirah.

Banjir kali ini terjadi setelah hujan deras sejak Senin hingga Selasa malam, merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter.

Ketua Forum Keuchik Indra Makmu, Romi Syahputra, menjelaskan bahwa banjir kali ini merupakan kejadian kedua setelah banjir bandang yang melanda pada akhir November lalu.

Meski ketinggian air tidak setinggi sebelumnya, warga tetap merasa khawatir dan trauma.

“Ini banjir kedua kalinya setelah banjir bandang kemarin, namun air tidak setinggi kemarin,” ujarnya.

Trauma akibat banjir bandang sebelumnya membuat masyarakat lebih waspada.

Warga di empat gampong mulai menyiapkan perlengkapan dan barang-barang rumah tangga untuk dibawa ke tempat yang lebih tinggi.

Baca juga: Korban Banjir dan Longsor Aceh Meninggal Capai 430 Orang, Ribuan Rumah dan Infrastruktur Rusak Parah

Baca juga: Nikita Mirzani Gugat Perdata Reza Gladys Rp 240 Miliar di PN Jakarta Selatan

Mereka berkomitmen segera mengungsi jika debit air meningkat hingga setinggi lutut.

“Hingga saat ini belum ada yang mengungsi, namun warga kami sangat trauma terhadap banjir.

Saat ini mereka sedang berkemas barang-barang yang bisa dibawa ke tempat tinggi.

Kami siaga bila debit air kembali naik,” tambah Romi.

Masyarakat berharap banjir kali ini tidak menimbulkan kerusakan besar seperti banjir bandang pada 26 November lalu yang telah merenggut banyak harta benda dan meninggalkan luka mendalam, apalagi bisa harus menghadapi banjir susulan.

Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam upaya penanganan banjir dan mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved