Minggu, 10 Mei 2026

Khutbah Jumat

4 Mutiara Allah Titipkan pada Diri Manusia

Manusia diciptakan dengan segala sesuatu yang dikaruniakan kepada makhluk lainnya, yakni berupa akal, pikiran, syahwat, dan nafsu. 

Tayang:
Editor: IKL
Istimewa
MASJID DAN KHATIB - Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh. Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Barat, Drs Tgk Sofyan Yusuf MA (insert), yang menjadi khatib Jumat di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh pada hari ini, 19 Desember 2025, akan menyampaikan khutbah dengan judul ‘4 Mutiara Allah Titipkan pada Diri Manusia?.’ 

Allah Swt menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna dan sangat istimewa bila dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah lainnya. 

Manusia dicipta begitu sempurna, Allah anugerahkan akal dan pikiran untuk dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil (mana perintah dan mana larangan). 

Allah menciptakan malaikat, Allah anugerahkan kepadanya akal tanpa dibarengi dengan syahwat dan nafsu. 

Begitu juga dengan makhluk hewan, Allah bekali hanya dengan syahwat, maka hidup hewani hanya mengikuti keinginan semata. 

Seperti makan, minum, dan segala keinginan jasmaniah. 

Hadirin rahimakumullah.
Penciptaan manusia sebagai makhluk yang sempurna tel ah Allah abadikan dalam Al Qur’an Surah At-Tin ayat 4, yang artinya, “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” 

Manusia diciptakan dengan segala sesuatu yang dikaruniakan kepada makhluk lainnya, yakni berupa akal, pikiran, syahwat, dan nafsu. 

Oleh karena itu, hidup manusia begitu dinamis. 

Sebagai makhluk ciptaan dalam bentuk yang berbeda, dan Allah menjadikan manusia sebagai khalifah penerima amanah untuk mengelola dan memakmurkan Bumi dengan baik. 

Sebagai khalifah atau pemimpin, maka Allah berikan kepada manusia itu “empat permata”. 

Rasulullah saw bersabda, “Ada empat permata dalam tubuh manusia, yaitu akal, agama, sifat malu, dan amal saleh.” (Kitab Nashaihul Ibad, karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi. Hadirin rahimakumullah. 

Akal merupakan anugerah yang amat besar sebagai alat untuk memahami agama. 

Drs. Tgk. Sofyan Yusuf, M.A.
Drs. Tgk. Sofyan Yusuf, M.A.

Agama merupakan aturan, norma, sebagai kompas  yang mengarahkan manusia ke jalan yang benar, menuju rida Ilahi. 

Malu, merupakan sifat yang dikembangkan oleh agama untuk mengendalikan perilaku manusia. 

Rasulullah saw bersabda, “Malu itu sebagian dari Iman.” Amal saleh, merupakan bentuk penghambaan makhluk kepada Sang Khalik. 

Amal saleh adalah buah dari kemampuan seseorang dalam memahami agama. 

Terjadinya kerusakan di muka Bumi dikibatkan oleh tangan-tangan manusia yang punya akal dan berilmu peng etahuan tinggi, tapi tidak mau memahami agama. 

Kalau akal seseorang tidak dibarengi dengan agama, maka ia tidak dapat menemukan kebenaran yang hakiki (tidak dituntun oleh wahyu).

Rasulullah saw bersabda, “Ada empat hal yang dapat mengancam permata atau mutiara pada diri manusia, yaitu: ghadhab (marah), dapat menghilangkan akal sehat. 

Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh
Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Aceh Barat.

Iri, dengki (hasud), dapat menghilangkan agama. Tamak, dapat menghilang kan sifat malu. 

Gibah, dapat mengancam atau menghilangkan amal saleh.” 

Pada saat akal manusia tidak dapat memahami agama maka ia tidak akan dapat menemukan kebenaran yang hakiki. 

Oleh karena itu, muncullah rasa tamak dan hilangnya rasa malu. 

Manusia tersebut akan men ghalalkan semua cara (serakah) dalam mencari nikmat Allah. 

Sehingga, menyebabkan kerusakan di atas permukaan Bumi. 

Hadirin yang berbahagia.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan. 

Semoga Allah Swt memberikan taufik dan hidayah-Nya keada kita semua, agar menjaga keempat “mutiara” tadi sebagai anugerah Allah Swt kepada kita, hamba-Nya. (*)

Baca juga: Musibah, Ujiankah atau Azab?

Baca juga: Prinsip Keseimbangan Hukum Tuhan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved