Sabtu, 9 Mei 2026

INFO BPJN ACEH

Jembatan Jamur Ujung Bener Meriah Ditargetkan Fungsional Januari 2026

BPJN Aceh menargetkan Jembatan Jamur Ujung di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, kembali fungsional pada 20 Januari 2026. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: IKL
PROHABA/lga Mahate Ara
Kondisi Jembatan Jamur Ujung di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, yang mengalami putus sebagian akibat banjir bandang. Foto diambil Rabu (26/11/2025) lalu. 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

PROHABA.CO, TAKENGON – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menargetkan Jembatan Jamur Ujung di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, kembali fungsional pada 20 Januari 2026. 

Penanganan jembatan yang rusak akibat banjir bandang tersebut akan dimulai pada awal Januari mendatang.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Aceh, Azis, mengatakan meski jembatan masih terputus, mobilitas masyarakat menuju Takengon tetap berjalan melalui jalur alternatif.

“Untuk Jamur Ujung saat ini masih dalam tahap penanganan. Akses dialihkan melalui jalan kabupaten di Kecamatan Bukit. Pengerjaan jembatan utama akan dimulai awal Januari,” ujar Azis, Senin (29/12/2025).

Jembatan Jamur Ujung merupakan titik krusial pada lintasan tengah Aceh. 

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, jembatan tersebut tidak ambruk secara keseluruhan, melainkan mengalami kerusakan berat pada salah satu bentang akibat terjangan banjir bandang yang menggerus fondasi penyangga.

Struktur utama di sisi lainnya masih berdiri, namun bagian ujung jembatan terputus sehingga badan jalan berhenti secara tiba-tiba dan tidak dapat dilalui kendaraan. 

Material tanah dan beton terlihat terkelupas, sementara alur sungai di bawah jembatan melebar akibat derasnya arus banjir.

Azis menjelaskan, penanganan akan difokuskan pada pemasangan box culvert serta penimbunan untuk menyambung kembali bentang jembatan yang terputus.

“Awal tahun baru kita mulai pemasangan box culvert dan timbunan. Teman-teman langsung masuk ke lokasi Jamur Ujung,” katanya.

Sebagai solusi sementara, BPJN Aceh akan menggunakan jembatan darurat agar konektivitas jalur nasional dapat kembali normal secepat mungkin.

“Target Januari sudah bisa fungsional dengan jembatan sementara,” tambahnya.

Sebelum memulai pengerjaan di Jamur Ujung, tim BPJN Aceh masih melakukan pembersihan material sisa bencana di kawasan Lampahan Timur dan Ise-Ise, Kecamatan Linge.

“Pembersihan Lampahan kita selesaikan dulu, terutama masjid yang menjadi prioritas. Setelah itu baru fokus penuh ke Jamur Ujung,” jelas Azis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved