Senin, 4 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Sakit Hati Disebut Pencuri, Pria di Peureulak Barat Bacok Warga hingga Meninggal

Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur mengungkapkan motif pelaku pembunuhan di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
ISTIMEWA/HO
KASUS PEMBUNUHAN - Kasatreskrim Polres Aceh Timur, AKP Novrizaldi. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Timur akhirnya berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan yang menimpa Kharun Nasri (54), seorang warga Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Motif pembunuhan: Pelaku AN (43) sakit hati karena ditegur korban Kharun Nasri (54) agar tidak mencuri lagi.
  • Kronologi kejadian: Setelah ditegur dan disebut “keluarga pencuri,” pelaku membacok korban lima kali dengan parang hingga tewas.
  • Proses hukum: Polisi mengamankan barang bukti, menahan pelaku, dan menjeratnya dengan pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur mengungkapkan motif pelaku pembunuhan di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Timur akhirnya berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan yang menimpa Kharun Nasri (54), seorang warga Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat.

Peristiwa tragis ini terjadi akibat teguran korban kepada pelaku agar tidak lagi melakukan tindakan pencurian.

Menurut keterangan resmi yang diterima melansir Serambinews.com, pada Rabu (31/12/2025), pelaku berinisial AN (43) merasa sakit hati setelah ditegur oleh korban.

Kasatreskrim Polres Aceh Timur, AKP Novrizaldi, menjelaskan bahwa pelaku tidak terima disebut sebagai pencuri sehingga melampiaskan amarahnya dengan menebas leher korban menggunakan parang.

Baca juga: Polisi Ungkap Identitas Korban dan Pelaku Pembunuhan di Gampong Teumpeun Aceh Timur

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula ketika AN berjalan menuju salah satu kebun sawit di kawasan Teumpeun.

Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Kharun Nasri dan meminta tumpangan.

Korban kemudian membonceng pelaku dengan sepeda motor menuju lokasi yang diminta.

Sesampainya di kebun, pelaku turun dan diduga hendak melakukan pencurian buah sawit.

Melihat gelagat tersebut, korban menegur AN agar tidak mencuri dan memperingatkan supaya namanya tidak dikaitkan jika pelaku tertangkap warga.

Korban juga menasihati agar pelaku berhenti dari kebiasaan buruk tersebut.

Namun, teguran itu justru memicu emosi AN. 

Ketika korban menambahkan kalimat yang menyebutkan bahwa “memang susah menasihati keluarga pencuri,” pelaku merasa sangat tersinggung.

Tanpa berpikir panjang, AN langsung mengayunkan parang ke arah leher korban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved