Selasa, 26 Mei 2026

Pusat Scam Kamboja

1.440 WNI Meminta Bantuan KBRI Seusai Terbebas dari Pusat Scam Kamboja

Ribuan WNI tersebut meninggalkan situs-situs yang dioperasikan sindikat scam di berbagai wilayah Kamboja dalam periode 16-20 Januari 2026

Tayang:
Editor: Misran Asri
Tribun Papua
MENINGGALKAN LOKASI SCAM - Ribuan WNI tersebut meninggalkan situs-situs yang dioperasikan sindikat scam di berbagai wilayah Kamboja dalam periode 16-20 Januari 2026. 

Ribuan WNI tersebut meninggalkan situs-situs yang dioperasikan sindikat scam di berbagai wilayah Kamboja dalam periode 16-20 Januari 2026

PROHABA.CO, PHNOM PENH - Selama lima hari terakhir sebanyak 1.440 Warga Negara Indonesia (WNI) terbebas dari lokasi sindikat penipuan siber (online scam) di Kamboja

Gelombang evakuasi mandiri ini terjadi menyusul komitmen Pemerintah Kamboja memberantas praktik perdagangan ilegal tersebut. 

Berdasarkan pernyataan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, ribuan WNI tersebut meninggalkan situs-situs yang dioperasikan sindikat scam di berbagai wilayah Kamboja dalam periode 16-20 Januari 2026.

"Gelombang kedatangan terbesar terjadi pada Senin, ketika 520 warga Indonesia datang ke kedutaan," tulis KBRI Phnom Penh, dikutip dari kantor berita AFP pada Rabu (21/1/2026). 

Banyak dari para WNI ini mendatangi KBRI untuk meminta perlindungan dan bantuan pemulangan. 

Namun, prosesnya mengalami kendala administratif karena mayoritas dari mereka tak lagi memegang dokumen resmi.

Baca juga: 2 Pasutri Asal Sidrap Terlibat Penipuan Online Rp 4,6 M Ditangkap, Modus Tawarkan Daster

Baca juga: Penipuan Online Berkedok Kerja Paruh Waktu Terbongkar

"Masalah utama bagi mereka adalah tidak memiliki paspor dan tinggal di Kamboja tanpa izin imigrasi yang sah," menurut keterangan pihak kedutaan. 

Terkait hal tersebut, KBRI mengimbau agar para WNI yang berhasil keluar dari pusat scam segera melapor. 

Pihak kedutaan memastikan akan membantu pengurusan dokumen perjalanan serta memfasilitasi keringanan denda kelebihan masa tinggal (overstay), agar mereka dapat segera kembali ke Tanah Air. 

Situasi ini diperkirakan merupakan imbas dari langkah tegas Pemerintah Kamboja yang menangkap dan mendeportasi Chen Zhi, taipan kelahiran China, ke negara asalnya bulan ini. 

Chen Zhi, yang merupakan mantan penasihat pemimpin Kamboja, dituduh menjalankan operasi online scam besar-besaran dan telah didakwa oleh otoritas Amerika Serikat pada Oktober 2025. 

Para analis menilai ekstradisi Chen Zhi menciptakan efek jera dan kekhawatiran akan konsekuensi hukum di kalangan pelaku industri gelap ini.

Baca juga: Warga Trumon Korban Penipuan Online, Rp 99 Juta Melayang

Beberapa operator sindikat scam bahkan membebaskan pekerjanya atau mengosongkan lokasi operasi mereka guna menghindari penggerebekan. 

Industri online scam kerap memikat korban di seluruh dunia melalui skema hubungan asmara palsu hingga investasi mata uang kripto bodong. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved