Kamis, 11 Juni 2026

Kasus Penganiayaan

 Aspri Kepala Puskesmas Sendana Palopo Diduga Aniaya Pegawai, Polisi Sidik Kasus

Seorang asisten pribadi (aspri) Kepala Puskesmas berinisial A diduga melakukan tindak kekerasan terhadap pegawai administrasi berinisial RP.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.COM/ERICSSEN
DUGAAN PENGANIAYAAN - Foto Ilustrasi penganiayaan. Seorang asisten pribadi (aspri) Kepala Puskesmas berinisial A diduga melakukan tindak kekerasan terhadap pegawai administrasi berinisial RP. Kasus dugaan penganiayaan terjadi di Puskesmas Sendana, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (16/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Aspri Kepala Puskesmas berinisial A diduga memukul pegawai administrasi RP hingga luka lebam.
  • RP mengalami cedera pada wajah, menyerahkan visum ke polisi, dan mengaku trauma tidak berani bekerja lagi.
  • Kasus sudah masuk tahap penyidikan di Polres Palopo, lima saksi diperiksa, namun pelaku belum diamankan.

 

PROHABA.CO, PALOPO -  Kasus dugaan penganiayaan terjadi di Puskesmas Sendana, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dan menghebohkan lingkungan kerja setempat. 

Seorang asisten pribadi (aspri) Kepala Puskesmas berinisial A diduga melakukan tindak kekerasan terhadap pegawai administrasi berinisial RP.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (16/12/2025) di Jalan Andi Bintang, Kecamatan Sendana.

Baca juga: Mayat Diduga Perempuan Ditemukan di Pantai Ujong Seukee Sabang

Kronologi Kejadian

Insiden bermula sehari sebelumnya, Senin (15/12/2025), ketika RP hendak berbicara dengan Kepala Puskesmas.

Saat itu, RP meminta A untuk keluar dari ruangan agar pembicaraan bisa dilakukan secara pribadi.

Permintaan tersebut sempat ditolak, hingga akhirnya Kepala Puskesmas sendiri yang meminta A keluar,” ujar RP dikutip Tribun-Timur.com, Selasa (13/1/2026).

Setelah A keluar, korban pun membahas persoalan terkait bendahara Puskesmas dengan Kepala Puskesmas.

Malam harinya, A mengirim pesan WhatsApp bernada marah kepada RP, menudingnya bersikap kurang ajar karena tidak melibatkan dirinya dalam pembicaraan dengan Kepala Puskesmas.

RP mengaku bahwa justru Kepala Puskesmas meminta maaf atas kejadian tersebut.

Keesokan harinya, RP kembali ke ruangan Kepala Puskesmas untuk membahas persoalan tersebut.

Di sana, ia mempertanyakan sikap A yang menghubunginya dengan nada kasar.

A merasa harga dirinya direndahkan karena diminta keluar dari ruangan, lalu berdiri sambil menunjuk-nunjuk korban.

Tak lama kemudian, A mendekati RP dan memukulnya.

Baca juga: Suami Muda di Depok Ditangkap Polisi Usai Aniaya Istri karena Cekcok Ponsel

Dampak dan Laporan Polisi

Akibat penganiayaan itu, RP mengalami luka lebam di wajah dan kulit kelopak matanya terlepas.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved