Kamis, 9 April 2026

Tahukah Anda

Ilmuwan Temukan Emas Hidrida, Emas Generasi Terbaru Guncang Dunia Sain

Para ilmuwan menemukan sebuah penemuan luar biasa: emas hidrida (gold hydride), senyawa emas yang belum pernah tercatat sebelumnya. 

Editor: Muliadi Gani
GREG STEWART/SLAC NATIONAL ACCELERATOR
ILUSTRASI PULSA INTENS - Ilustrasi pulsa intens dari laser elektron bebas sinar-X (kiri) yang memanaskan sampel hidrokarbon terkompresi ke kondisi ekstrem, menghasilkan reaksi emas dan hidrogen membentuk hidrida emas (tengah) 

PROHABA.CO -  Para ilmuwan menemukan sebuah penemuan luar biasa: emas hidrida (gold hydride), senyawa emas yang belum pernah tercatat sebelumnya. 

Penemuan ini terjadi secara tidak sengaja dalam eksperimen yang awalnya bertujuan mengubah hidrokarbon menjadi berlian.

Tim internasional yang dipimpin oleh peneliti dari SLAC National Accelerator Laboratory, Amerika Serikat, melakukan eksperimen di fasilitas European XFEL, Jerman.

Mereka menempatkan sampel hidrokarbon yang dilapisi foil emas tipis dan menyinarinya dengan laser sinar-X berintensitas tinggi.

Tujuannya sederhana: emas digunakan sebagai penghantar panas dan penyerap sinar-X.

Tapi hasilnya justru mengejutkan.

Selain terbentuk berlian, ilmuwan menemukan bahwa atom hidrogen bereaksi dengan emas dan membentuk senyawa baru: gold hydride.

Emas generasi terbaru.

Penemuan ini membuka pintu menuju pemahaman baru tentang kimia ekstrem, planet raksasa, hingga proses fusi nuklir di bintang.

Eksperimen ini bermula dari penelitian tentang bagaimana hidrokarbon (molekul berbasis karbon dan hidrogen) berubah menjadi berlian di bawah tekanan dan suhu sangat tinggi.

Baca juga: Fakta Logam Mulia, Berapa Banyak Cadangan Emas di Dunia? Simak Penjelasannya Menurut Ilmiah

Di European XFEL, sebuah fasilitas laser sinar-X di Jerman, tim menempatkan sampel hidrokarbon yang dilapisi dengan foil emas tipis.

Tujuannya sederhana: emas hanya dipakai sebagai penyerap sinar-X dan penghantar panas.

Namun, di luar dugaan, selain terbentuk berlian, ilmuwan juga menemukan munculnya emas hidrida. 

“Ini sungguh tak terduga, karena emas biasanya sangat ‘membosankan’ secara kimia, nyaris tidak reaktif.

Justru karena itulah kami memilihnya sebagai penyerap sinar-X,” ujar Mungo Frost, peneliti SLAC sekaligus penulis utama studi ini. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved