Virus Corona, Berasal dari Cina atau Thailand?
ILMUWAN menduga virus corona, SARS-CoV-2 pembawa penyakit Covid-19, mungkin beredar pada kelelawar yang hidup di wilayah Asia..
Salah satu yang menjadi perhatian besar adalah kemampuan virus corona untuk berpindah di antara mamalia yang satu ke yang lain.
Misalnya kucing, anjing, dan cerpelai.
Dr Thiravat Hemachudha dari Universitas Chulalongkorn di Bangkok, Thailand, adalah bagian dari tim peneliti internasional yang ditugaskan WHO untuk menyelidiki asal virus penyebab Covid-19.
Dia mengatakan virus yang ditemukan pada kelelawar Thailand dan Cina bertindak sebagai pola sempurna yang dapat bergabung kembali dengan yang lain dan akhirnya berkembang sebagai patogen baru yang muncul, yakni virus Covid-19.
Para peneliti juga melakukan pemeriksaan antibodi pada kelelawar dan trenggiling yang diperdagangkan dan disita di Thailand Selatan.
Menurut para tim peneliti WHO, antibodi kedua hewan ini mampu menetralkan virus penyebab pandemi ini, yang merupakan bukti lebih lanjut bahwa virus corona terkait SARS-CoV-2 memang awalnya beredar di Asia Tenggara.
Menanggapi temuan tersebut, Profesor Martin Hibberd dari London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan temuan tersebut menyoroti penyebaran kelelawar dan virus yang mungkin termasuk pencetus wabah saat ini.
"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana SARS-CoV-2 (virus corona) ditularkan dari hewan ke manusia, dengan penyelidik WHO baru-baru ini Wuhan, menunjukkan bahwa hingga saat ini, belum ada bukti konklusif tentang bagaimana ini terjadi," pungkasnya. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/kelelawar-1.jpg)