Breaking News:

Pembunuhan

Upaya Pembunuhan, Pengacara Semprot Cairan Cabai Hingga Setrum Istri Korban yang Hamil

Aksi pengacara berinisial AJ dan lima rekannya melakukan upaya pembunuhan terhadap satu keluarga di Perumahan Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Jumat

Editor: IKL
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Enam orang pelaku mencoba menghabisi satu keluarga di Perumahan Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (10/9/2021) malam terekam kamera CCTV. (Inset) Para pelaku tertangkap basah oleh warga dan langsung dilucuti pakaiannya. 

Setelah mendapat laporan dari warga, petugas kepolisian berdatangan mengamankan keenam pelaku.

Kapolsek Medan Satria Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Agus Rohmat mengatakan, enam pelaku yang diamankan yakni, AJ, BP, S, E, OS dan MA.

Peralatan Lengkap Bak Pelaku Pembunuhan di Film

Tersangka AJ saat di Mapolsek Medan Satria, Polres Metro Bekasi Kota, Senin (13/9/2021).
Tersangka AJ saat di Mapolsek Medan Satria, Polres Metro Bekasi Kota, Senin (13/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Dodi sangat yakin, apa yang dilakukan AJ bersama lima orang temannya malam itu untuk percobaan pembunuhan.

"Mereka semua sudah menyiapkan peralatan seperti kayak orang mau membunuh saja, pakai sarung tangan, ada satu orang yang pakai jaket merah itu sudah ada pistol di sini (pinggang)," beber Dodi.

Setelah tertangkap dan barang bukti diperiksa polisi, para pelaku diketahui membawa dua bilah golok, dua alat setrum, dua pucuk senjata api, serta tujuh butir selongsong.

Kemudian mereka juga membawa dua ikat tambang, empat buah borgol, dua buah lakban hitam, satu buah double tip, enam pasang sarun tangan karet dan tiga botol semprotan (cabai) mata.

Seluruh peralatan itu dibawa di dalam sebuah tas, beruntung kejadian fatal tidak sampai merenggut nyawa korban.

"Uang itu tidak diperlihatkan, karena di CCTV enggak kelihatan, nah tas itu yang dibawa AJ ternyata isinya senjata yah," kata Dodi.

Kelimanya datang menggunakan mobil Honda Jazz, menurut Dodi, kendaraan tersebut menggunakan nomor plat palsu yang sengaja dipasang untuk menghilangkan jejak.

"Ternyata mobil yang dipakai sama mereka mobil teman pacarnya, nomor platnya sudah diganti yang kode belakangnya RFD," ucap Dodi.

"Jadi informasi dari anak saya (Tomny) si AJ ini sudah nyiapin plat nomor palsu, dia pinjam mobil lalu nomor platnya dinganti karena kalau ada apa-apa nanti dia copot lagi," ucapnya.

Di dalam mobil, barang-barang lain juga ditemukan yang diduga berkaitan dengan aksi pembunuhan berencana tersebut.

"Dari mobil itu juga ditemukan barang-barang bukti ada minuman (miras) dua, ada tangga, tangga itu kemungkinan ditunjukkan untuk mencopot CCTV," jelas dia.

Pelajari Situasi Rumah Sebelum Beraksi

Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat (tengah) saat menunjukkan barang bukti.
Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat (tengah) saat menunjukkan barang bukti. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Sepekan sebelum kejadian, AJ yang merupakan sahabat karib datang berkunjung ke rumah korban Tommy.

Kedatang AJ waktu itu, membicarakan perihal utang dana investasi Rp970 juta. Tapi, gelagatnya agak aneh dengan menayakan soal sistem CCTV rumah.

Tommy yang menerima kedatangan AJ belum merasa curiga, termasuk ketika pelaku menanyakan detail sistem CCTV rumah.

"Jadi seminggu yang lalu, si AJ ini datang ke rumah. menjanjikan Minggu depan mau bayar, tapi masuk kedalam kondisinya ngeliat-ngeliat CCTV ada dimana dan sebagainya," ujar Dodi.

"Seperti melihat kondisi rumahnya gimana, CCTV ada berapa, terus recordernya ada dimana dan sebagainya, sempat anak saya kasi tau CCTVnya ada dimana, terus recorder ada di kamar," tambahnya.

Rekan Pelaku Tidak Tahu Masalah Utang-Piutang

Kapolsek Medan Satria Polres Metro Bekasi Kota Kompol Agus Rohmat mengatakan, AJ merupakan otak dari aksi kejahatan yang terjadi Jumat (10/9/2021) malam.

Dalam melancarkan aksinya, AJ mengajak lima rekannya dengan alibi membantu menagih utang di rumah korban.

Padahal sebenarnya, AJ-lah yang memiliki utang kepada korban bernama Tommy senilai kurang lebih Rp970 juta.

"Pelaku mengajak kepada pelaku yang lain berpura-pura menagih utang, padahal sebetulnya pelaku yang punya utang ke korban," kata Agus di Mapolsek, Senin (13/9/2021).

"Temen-teman pelaku, tidak tahu kalau pelaku utama itu berinisial AJ punya utang Rp900 juta," tambahnya.

Sesampainya di kediaman korban, Jalan Mawar Indah, Perumahan Harapan Indah, para pelaku ini terpancing melakukan penganiayaan.

Sebelum itu, AJ dan korban bernama Tommy janjian untuk bertemu di kediamannya untuk membayar utang secara tunai.

"Pelaku berpura-pura kepada korban akan melunasi utangnya, dengan catatan harus ada saksi kedua belah pihak," jelasnya.

Agus mengatakan, para pelaku dijerat pasal 170 KUHPidana tentang penganiayaan, ancaman hukuman paling sedikit lima tahun.

Baca Selanjutnya: Sakit hati karyawan perkebunan sawit bunuh remaja tahun

Selain itu, mereka juga dikenakan undang-undang darurat tentang kepemilikan senjata dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.

Pihak kepolisian sampai saat ini, masih mendalami apakah lima teman AJ diajak atas dasar iming-iming uang atau semacamnya.

"Nanti kita dalami lagi, jadi dari enam orang tersangka ini, hanya dua orang yang tidak kenal sama AJ sisanya saling kenal," jelas dia.

Kelima tersangka lain berinisial, BP, S, E, OS dan MA. Seluruhnya termasuk AJ, kini mendekam di tahanan mapolsek untuk mepertanggungjawabkan perbuatannya (*).

Baca Selanjutnya: Di usia luna maya berharap tambah kaya dan segera menikah

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Sadisnya Pengacara di Bekasi, Semprot Cairan Cabai Hingga Setrum Istri Korban yang Sedang Hamil,

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved