Senin, 1 Juni 2026

Tahukah Anda

Astronom Temukan Bayi Planet

Astronom berhasil menemukan bayi planet atau planet berumur sangat muda di luar Tata Surya. Exoplanet muda ini berjarak lebih dari 400 tahun cahaya...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SUBARU TELESCOPE via SCIENCE ALERT
Astronom temukan bayi planet di luar sistem Tata Surya. Exoplanet atau planet muda ini tertangkan Teleskop Subaru. Penampakan planet muda 2M0437b dilihat dari Teleskop Subaru di Hawaii, Amerika Serikat. 

PROHABA.CO - Astronom berhasil menemukan bayi planet atau planet berumur sangat muda di luar Tata Surya.

Exoplanet muda ini berjarak lebih dari 400 tahun cahaya.

Penemuan exoplanet tersebut sebenarnya bukan hal yang terlalu spesial.

Peneliti sebelumnya telah mendeteksi ribuan dan beberapa di antaranya juga baru lahir atau berumur masih sangat muda.

Namun, apa yang membuat temuan kali ini begitu istimewa karena astronom berhasil memperoleh gambar langsungnya. Dan, itu merupakan suatu prestasi yang langka.

Mengutip Science Alert, Selasa (26/10/2021) bayi planet yang kemudian diberi nama 2M0437b ini pun menjadi salah satu eksoplanet termuda yang pernah didokumentasikan.

Temuan dapat memberikan gambaran dalam proses pembentukan planet yang akhirnya bisa membantu memahami bagaimana Tata Surya lahir dan berevolusi.

"Penemuan (bayi planet) kebetulan ini menambah daftar elit planet yang dapat kita amati secara langsung dengan teleskop kita," kata astronom Eric Gaidos dari Universitas Hawaii di Manoa.

Dengan menganalisis cahaya dari bayi planet, 2M0437b ini, peneliti juga dapat mengatakan sesuatu tentang komposisi exoplanet muda tersebut.

Termasuk juga kemungkinan di mana dan bagaimana ia terbentuk dalam piringan gas dan debu yang telah lama menghilang di sekitar bintang induknya.

Baca juga: Ada Tanda Kehidupan di Kelas Planet yang Baru Ditemukan

Lebih lanjut, ada beberapa alasan mengapa kita tak dapat dengan mudah memotret eksoplanet secara langsung.

Dibandingkan dengan bintang-bintang yang mereka orbit, eksoplanet sangat kecil dan redup.

Itu berarti, biasanya mereka terlalu sulit untuk dilihat dengan teknologi teleskop kita saat ini.

Selain itu, sebuah eksoplanet akan memberikan efek gravitasi samar pada bintang juga, menyebabkan bintang bergerak dan panjang gelombang cahayanya sedikit bergeser.

Sinyal-sinyal tersebut lebih mudah dideteksi ketika bayi planet ini sangat masif dan sangat dekat dengan bintangnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved