Senin, 1 Juni 2026

Tahukah Anda

Astronom Temukan Bayi Planet

Astronom berhasil menemukan bayi planet atau planet berumur sangat muda di luar Tata Surya. Exoplanet muda ini berjarak lebih dari 400 tahun cahaya...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SUBARU TELESCOPE via SCIENCE ALERT
Astronom temukan bayi planet di luar sistem Tata Surya. Exoplanet atau planet muda ini tertangkan Teleskop Subaru. Penampakan planet muda 2M0437b dilihat dari Teleskop Subaru di Hawaii, Amerika Serikat. 

Tak heran selama ini sebagian besar exoplanet yang dikonfirmasi para astronom berukuran masif dan pada orbit yang dekat.

Akan tetapi, eksoplanet pada orbit yang sangat dekat sulit untuk dicitrakan secara langsung karena mereka cenderung jauh lebih bersinar dari bintang induknya.

Sedangkan pada kasus 2M0437b, bayi planet atau exoplanet muda ini cukup besar, tetapi juga jauh dari bintang induknya.

Biasanya eksoplanet yang jauh dari bintangnya terlalu dingin untuk memancarkan radiasi inframerah.

Rupanya justru itulah kelebihan yang dimiliki planet muda 2M0437b.

Karena baru berusia beberapa juta tahun, bayi exoplanet ini masih relatif hangat dari proses pembentukan planet yang intens, sekitar 1.127 hingga 1.227 derajat Celsius.

Baca juga: Mengapa Bentuk Bulan Berubah-ubah Setiap Malam?

Baca juga: NASA Temukan Planet Mirip Bumi dengan Atmosfer Aneh

Ini berarti, ia bersinar samar dalam inframerah, cukup untuk dilihat pada jarak 417 tahun cahaya.

Bayi planet, 2M0437b pertama kali terlihat pada 2018 dengan menggunakan Teleskop Subaru di Hawaii, Amerika Serikat.

Pengamatan lanjutan dengan inframerah kemudian dilakukan menggunakan Observatorium WM Keck.

Selama tiga tahun, tim peneliti melacak bintang saat bergerak melintasi langit dan dapat memastikan bahwa 2M0437b bergerak bersamanya.

Lebih lanjut, planet muda ini bisa menjadi kandidat yang baik untuk pengamatan lanjutan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Sampai saat ini bintang dan eksoplanet diamati menggunakan observatorium berbasis Bumi yang perlu mengoreksi efek lengkungan atmosfer Bumi pada cahaya bintang.

Sementara ke depannya, pengamatan seperti itu dapat mendeteksi hal-hal lain seperti misalnya tanda kimia di atmosfer 2M0437b yang pada giliarannya dapat mengungkapkan lebih banyak informasi bagaimana planet terbentuk.

"Kita semua menantikan lebih banyak penemuan seperti itu, dan studi yang lebih rinci tentang planet-planet semacam itu dengan teknologi dan teleskop masa depan," kata astronom Michael Liu dari Universitas Hawaii.

Penelitian para astronom terkait penemuan bayi planet dari exoplanet ini telah diterima di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society dan tersediadi arXiv. (kompas.com)

Baca juga: Astronom Temukan Planet Neraka Bersuhu 2.7000 Celsius

Baca juga: Robot NASA Mulai Jelajahi Permukaan Planet Mars

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved