Nova Siapkan Anggaran Pemugaran Makam Potjut Meurah Intan di Blora

Makam Potjut Meurah Intan yang ada di Blora, mendapat kunjungan dari jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, yang langsung diziarahi oleh Gubernur

Editor: Muliadi Gani
Foto: Humas BPPA
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Bupati Blora, Arief Rohman saat melakukan ziarah makam Pocut Meurah Intan di kompleks Makam Keluarga, Tegal Sari, Blora, Jawa Tengah. 

PROHABA.CO, BLORA - Makam Potjut Meurah Intan yang ada di Blora, mendapat kunjungan dari jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, yang langsung diziarahi oleh Gubernur Nova Iriansyah.

Nova merasa perlu memugar makam tersebut sebagai penghormatan atas jasa Potjut Meurah Intan dalam mengusir penjajah Belanda pada masa kolonialisme.

Dia juga sudah menyiapkan anggarannya.

"Pemugaran yang resmi akan kami anggarkan di APBA (Anggaran Pendapatan Belanja Aceh) dan nanti DID-nya (Dana Insentif Daerah) akan disusun bupati, berapa yang dibutuhkan nanti kita alokasikan untuk penataan," ucap Nova di Makam Keluarga Tegalsari, Desa Temurejo, Kecamatan Blora, Kamis (17/3).

Menurutnya, pemugaran tersebut perlu dilakukan karena banyaknya permintaan dari masyarakat Aceh.

Baca juga: Baru 10 Hari Ditahan, Doni Salmanan Minta Dibawakan Peralatan Ibadah

"Karena banyak orang Aceh ataupun orang Aceh di Malaysia itu ingin berziarah ke makam Potjut Meurah Intan, sekaligus makam keluarga besar beliau di Blora," kata dia.

Selain melakukan pemugaran, Pemprov Aceh juga berniat menata kompleks pemakaman tersebut sebagai destinasi wisata ziarah.

Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengenang dan menghormati jasa Potjut Meurah Intan dalam kegigihannya memperjuangkan bangsa Indonesia terbebas dari kolonialisme.

"Ini kita rapikan sambil mengenang jasa Potjut Meurah Intan dan keluarga besar di sini, kita juga akan menjadikan ini memviralkan sebagai destinasi wisata ziarah," terang dia.

Bahkan, dia juga mendorong supaya Potjut Meurah Intan dijadikan sebagai pahlawan nasional, sama seperti Malahayati yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional terlebih dahulu.

Baca juga: Selamat! Penyanyi Dangdut Siti Badriah Melahirkan Anak Pertama Berjenis Kelamin Perempuan

"Insyaallah Pak Bupati, Pak Gubernur Jawa Tengah sudah mendukung untuk kita ajukan Potjut Meurah Intan sebagai calon Pahlawan Nasional, mudah-mudahan di 10 November 2022 presiden dan tim di pemerintah pusat bisa menyetujuinya," jelas dia.

Sekadar diketahui, menurut catatan sejarah perjuangan Pocut Meurah terjadi di akhir abad 19 sampai awal abad 20.

Pada 11 November 1902, dia dikepung oleh serdadu khusus Belanda dari Korps Marchausse dan terdesak.

Dengan dua tetakan luka di kepala, dua di bahu, sementara satu urat kening dan otot tumitnya putus, dia terbaring di tanah penuh dengan darah dan lumpur.

Meski begitu, ia tetap tidak menyerah dengan rencong yang masih tergenggam kuat di tangannya.

Semangat pantang menyerahnya tersebut ternyata sangat dikagumi Belanda, bahkan Potjut Meurah Intan diberi gelar Heldhafting atau yang gagah berani.

Sehingga berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda, pada 6 Mei 1905, beliau beserta putranya, Tuanku Budiman, dan seorang anggota keluarga kesultanan bernama Tuanku Ibrahim diasingkan ke Blora, Jawa Tengah.

Di Blora pula, Pocut Meurah Intan wafat pada 20 September 1937, dan dimakamkan di Desa Temurejo.(kompas.com)

Baca juga: Alumni SMKN 2 Blangkejeren, Sukses Berwirausaha, Jadi Bos 18 Karyawan

Baca juga: Gerebek Pasangan Nonmuhrim, 4 Warga Panggoi Jadi Tersangka

Baca juga: Usai Pensiun, Seorang Mantan Pejabat DKI Cairkan Cek 35 M

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved