Tahukah Anda
Selama Lockdown, Aktivitas Petir di Dunia Berkurang
Sejak virus corona merebak, berbagai negara mulai melakukan karantina wilayah atau lockdown untuk mencegah penularannya ...
Menurut peneliti, perbedaan muatan antara dua bagian awan inilah yang menyebabkan munculnya petir.
“Tetapi, ketika polusi berkurang dan awan membentuk tetesan hujan yang lebih besar dan lebih hangat, terbentuklah awan partikel es ‘kelaparan’ yang dibutuhkan untuk memisahkan muatan, dan mengurangi aktivitas petir,” papar Williams.
Salah satu metode penelitian yang digunakan adalah menangkap banyak kilatan intracloud (jenis petir yang paling umum).
Hasilnya menunjukkan, terdapat 19 persen lebih sedikit kilatan pada bulan Maret 2020 hingga Mei 2020 dibandingkan dengan jumlah rata-rata kilatan petir pada periode tiga bulan yang sama di tahun 2018, 2019, dan 2021.
“Sembilan belas persen pengurangan (aktivitas petir) yang cukup besar,” kata Williams.
Kemudian, timnya juga menganalisis resonansi elektromagnetik global yang disebut resonansi Schumann.
Baca juga: Enigma, Berlian 555 Karat Terbesar di Dunia, Laku Rp 61,4 Miliar
Williams menjelaskan, intensitasnya dianggap sebanding dengan jumlah kilatan petir yang terjadi.
Pengukuran ini juga menunjukkan bahwa ada lebih sedikit petir selama tahun 2020.
Ketika banyak negara memeberlakukan lockdown pada awal pandemi, manusia menghasilkan lebih sedikit aerosol ke atmosfer.
Akibatnya, produksi aerosol dari pembangkit listrik yang membakar bahan-bakar fosil pun turun.
Di samping, itu sebagian besar masyarakat juga mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, maupun perjalanan udara yang berdampak pada penurunan polusi, serta pelepasan aerosol.
Studi ini menunjukkan bahwa tempat-tempat dengan pengurangan aerosol atmosfer yang siginifi kan cenderung memiliki pengurangan petir terbesar.
Misalnya wilayah Asia Tenggara, Eropa, dan sebagian besar Afrika mengalami penurunan aerosol di atmosfer maupun petir.
Namun, Williams masih belum yakin mengapa ada penurunan konsentrasi aerosol yang lebih sedikit di wilayah Amerika.
Akan tetapi, dia menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi aerosol di Amerika Selatan bagian utara mungkin disebabkan oleh kebakaran yang terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-petir-002.jpg)