Tahukah Anda
Ada “Hujan Berlian” di Neptunus dan Uranus
Planet Neptunus dan Uranus diketahui memiliki fenomena hujan berlian, sebagaimana dugaan para astronom dan fisikawan selama hampir 40 tahun ...
Gugusan atom karbon yang terisolasi kemudian akan diperas menjadi struktur berlian yang merupakan bentuk karbon paling stabil dalam kondisi seperti itu.
Berlian lebih padat daripada metana, amonia, dan air yang tersisa di lapisan es, sehingga kristal karbon akan mulai tenggelam menuju inti planet. Itu akan mengakumulasi lapisan baru saat jatuh ketika menyentuh atom karbon atau berlian terisolasi lainnya.
Baca juga: Enigma, Berlian 555 Karat Terbesar di Dunia, Laku Rp 61,4 Miliar
Sebagai hasilnya, lapisan karbon tebal mengelilingi inti berbatu Uranus dan Neptunus.
Lapisan karbon ini dapat terdiri atas blok berlian padat atau, jika suhunya sangat tinggi, lapisan ini dapat berubah menjadi karbon cair atau campuran karbon padat dan karbon cair.
Jika lapisannya adalah campuran karbon padat dan cair, karbon padat akan memiliki kerapatan yang lebih rendah daripada cairan sehingga “berlian” besar akan mengapung di atas lautan karbon cair.
Setiap kemungkinan komposisi lapisan karbon, padat, cair, atau campuran, akan memengaruhi inti planet secara berbeda.
Berlian padat, misalnya, bersifat penyekat listrik dan memiliki kisi kristal yang kaku, sedangkan karbon cair merupakan konduktor logam dan fleksibel.
Menentukan sifat-sifat lapisan karbon dapat mengungkapkan apakah Neptunus dan Uranus terbentuk dari inti protoplanet berbatu miliaran tahun lalu atau tidak. (Kompas.com)
Baca juga: Tersangka Pembuang Bayi di Sumur, Sebabkan Puluhan Warga Jatuh ke Sungai
Baca juga: Mancini belum Percaya dengan Hasil yang Diterima Timnya di Babak Play-off Piala Dunia 2022
Baca juga: Telah Duduki Balai Kota Mariupol Ukraina, Klaim Pasukan Chechnya yang Pro-Rusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-Neptunus-dan-Uranus.jpg)