Bocah Lhokseumawe Jadi Korban Salah Khitan
Nasib apes menimpa MNA, bocah berusia 12 tahun asal Kota Lhokseumawe.Ia menjadi korban salah khitan saat mengikuti khitanan massal ...
PROHABA.CO, LHOKSEUMAWE - Nasib apes menimpa MNA, bocah berusia 12 tahun asal Kota Lhokseumawe.
Ia menjadi korban salah khitan saat mengikuti khitanan massal pada salah satu sekolah ternama di kota yang pernah dijuluki Kota Petrodolar itu.
Ayah korban, Husaini mengatakan, awalnya sang putra ikut khitanan massal yang digelar pada 27 Maret 2022.
Saat itu MNA dating ditemani ibu kandungnya “Awalnya saya tidak tahu, karena saat khitan dia ditemani ibunya.
Namun, setelah tiga hari, pas masuk jadwal ganti perban, dan anak saya dibawake salah satu puskesmas di Lhokseumawe,” katanya kepada AJNN, Sabtu (2/4/2022).
Baca juga: Dua ART Tepergok Majikan Sembunyikan Pacar di Kamar
Sesampainya di sana, dokter dan perawat mengatakan bahwa bocah tersebut tidak dikhitan sebagaimana mestinya, akan tetapi terjadi kesalahan saat alat kelaminnya dikhitan.
Setelah mengetahui adanya malapraktik medis menimpa anaknya, pihak keluarga korban pun berupaya menemui panitiapelaksana, karena dikhawatirkan akan berdampak pada masa depan anak tersebut.
“Kami tidak bermaksud untuk menuntut segala hal atas kejadian ini, tetapi hanya menginginkan permintaan maaf dan pihak yang bersalah mengakui kesalahannya.
Namun, saat itu panitia pelaksana enggan mempertemukan kami dengan dokter yang mengkhitan anak saya,” ujarnya.
Baca juga: Hasil Undian Piala Dunia Qatar 2022, Jerman dan Spanyol Bersaing di Fase Grup
Begitupun, kata Husaini, pihak panitia telah berkunjung ke rumahnya untuk meminta izin membawa korban guna mencari solusi dengan dokter lain.
“Namun, kami minta pihak panitia untuk membuat surat yang isinya bahwa apabila terjadi efek samping ke depan agar menanggung perawatan anak saya hingga sembuh dan mengakui kesalahannya serta meminta maaf,” ujarnya.
Husaini berharap, semoga apa yang menimpa putranya akan segera teratasi dan tidak berdampak jangka panjang ke depannya.
“Saat ini, putra saya merasa trauma atas kejadian ini,” ujar Husaini.
Namun, sejauh ini tidak ia rincikan jenis malapraktik apa yang menimpa anaknya, apakah batang penisnya terluka atau justru kepala penis (gland)-nya yang terpotong saat dikhitan dokter. (ajnn.net)
Baca juga: Rusia Tawarkan Rp 100 Juta/Bulan kepada Tentara Bayaran di Ukraina
Baca juga: Tak Sengaja Serempet Mobil, Kurir Bersepeda Dipukuli Pengemudi
Baca juga: Sepmor Honda Vario Kontra Pikap L-300, Satu Meninggal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-09.jpg)